Pengamat Politik Ini Sebut Kitab Suci Adalah Fiksi

Rocky-Gerung.jpg
(Serambi Indonesia)

RIAU ONLINE - Seorang pengamat politik, Rocky Gerung menuai kecaman publik setelah menyatakan semua kitab suci adalah fiksi.

Pria yang juga merupakan dosen pengampu mata kuliah Metodologi dan Filsafat Politik Universitas Indonesia itu mengungkapkan pernyataan tersebut saat menjadi bintang tamu dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta nasional, Selasa, 4 April 2018.

Ketika itu, Rocky membahas perbedaan fiksi dan fiktif dalam konteks mengomentari pernyataan Prabowo yang menyatakan Indonesia bisa bubar pada 2030. Belakangan, diketahui, Prabowo membuat pernyataan itu berdasarkan satu novel fiksi "Ghost Fleet".

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi fiksi diartikulasikan sebagai cerita rekaan seperti roman atau novel. Pada artinya yang kedua, fiksi adalah rekaan; khalayan; tidak berdasarkan kenyataan. Sementara pada artinya yang ketiga di KBBI, fiksi adalah pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran, seperti melansir Suara.com, Rabu, 11 April 2018.

Namun, dalam acara gelar wicara bertema "Jokowi Prabowo Berbalas Pantun" tersebut, Rocky menjelaskan fiksi bukan kata bermakna negatif.

Baca Juga Dosen UI Ini Dicari Jawara Bekasi Gara-Gara Sebut Azan Tak Suci

"Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos. Itulah sifat fiksi, dan hal tersebut baik. Fiksi berbeda dengan fiktif yang bermakna buruk. Kitab suci adalah fiksi atau bukan? Kalau saya memakai arti bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, kitab suci itu adalah fiksi. Menuntun kita menuntun semua berpikir imajinatif. Tapi istilah itu kekinian dibunuh oleh politikus," jelasnya.

Untuk diketahui, telos adalah diksi latin untuk istilah Yunani: tέ???--yang berarti tujuan akhir, causa prima.

Dalam acara itu, Rocky mencontohkan cerita epos Mahabarata. Menurutnya, cerita itu adalah fiksi tapitak berarti fiktif. Hal yang membedakannya adalah, fiksi bersifat kreatif.

"Kalau Anda berdoa, Anda masuk dalam energi fiksional. Bahwa dengan itu, Anda akan tiba di tempat yang indah," tuturnya.

Namun, Rabu (11/4), pernyataan Rocky tersebut masih menuai kecaman, terutama adi media-media sosial. Menurut netizen Nakula, dalam akun Twitternya, pernyataan Rocky telah menyinggung umat 6 agama yang diakui di Indonesia.

"Kalau ke-6 agama di Indonesia tidak melaporkan @rockygerung dengan dugaan menista agama. Fix, kelima kitab suci 6 agama tersebut adalah fiksi," tulis Nakula.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id