12 Perempuan Calon Kepala Daerah Ini Menang Versi Hitungan Cepat

 

RIAU ONLINE - Pada Pilkada serentak Tahun 2015 ini, ada 124 perempuan yang menjadi calon pemimpindaerah di 264 daerah yang menggelar pemilihan. Setidaknya, 22 diantaranya diklaim menang berdasarkan hitungan cepat.

 

Calon wali kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, mengklaim menang pilkada dengan perolehan suara hampir 60 persen. Meski begitu, dia mengharap masyarakat tetap tenang menunggu keputusan final dari KPU.

 

"Ini adalah hasil quick count. Jadi kita tunggu hasil real count dan tetap tenang dan jaga keamanan," kata Airin.

 

Calon Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga dinyatakan menang versi hitungan cepat. Risma memegang hasil hitungan cepat tim independen yang menempatkannya menang atas lawannya. (BACA JUGA: Anggota KPU Dilarang Prediksi Suara Kandidat) 

 

"Ini adalah amanah yang berat, Saya dan Mas Ehisnu kedepannya akan hadapi era baru yang disebut MEA. Namun, sebetulnya kami telah mengantisipasinya dan kami berharap masyarakat Surabaya tidak menjadi penonton di kotanya sendiri," kata Risma sesaat setelah pengumuman hasil hitung cepat di Posko Pemenangan di Jalan Kapuas 68 Surabaya, Rabu (9/12) sore.

 

Berikut sejumlah nama calon pemimpin perempuan yang menang sementara versi hitungan cepat:

 

1. Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangsel

Wanita yang lahir di Kota Banjar, 28 Agustus 1976 itu kembali maju sebagai calon wali kota bersama Benyamin Davnie sebagai calon wakilnya. Sebelumnya, Airin adalah Wali kota Tanggerang Selatan setelah setelah ia dan pasangannya berhasil mengalahkan tiga pasangan lainnya pada pilkada 2011.

 

Istri Tubagus Chaeri Wardana ini adalah alumni Universitas Parahyangan dan Universitas Padjajaran. Ia berhasil mendapatkan gelar Sarjana Hukum (SH) dari Universitas Parahyangan. Semenntara, studinya di Universitas Padjajaran berbuah dua gelar; Spesialis Satu (SP-1) Program Studi Notariat dan Magister Hukum (MH), Program Studi Ilmu Hukum Bisnis. 

 

Di masa mudanya, perempuan yang memiliki kegemaran bersepeda ini pernah mengikuti ajang Putri Indonesia. Airin juga pernah mendapatkan dua penghargaan, yaitu Kartini Indonesia 2010 diberikan oleh Internasional Human Recources Development Programme dan Tokoh Generasi Plural, Aktivis Sosial, dan Kemanusiaan yang diberikan oleh Forum Pembauran Kebangsaan.

 

2. Ratu Tatu Chasanah, Bupati Serang

Sebelum kembali maju sebagai calon Bupati Serang dalam pilkada serentak, wanita yang lahir di Serang, Banten, 23 Juli 1967 ini adalah Wakil Bupati Serang sejak 2010. Tatu juga merupakan adik kandung dari mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

 

Pada 27 Desember 2013, Ratu Tatu memenangkan voting pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar di Jakarta, ia menggantikan kakak iparnya Hikmat Tomet yang meninggal dunia.

 

Ratu Tatu mencalonkan diri bersama pasangannya calon Wakil bupati Serang Pandji Tirtayasa. Pesaing mereka adalah pasangan Ahmad Syarief Madzkurullah-Aep Syaefullah.

 

3. Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya

Wanita yang akrab dipanggil Risma ini merupakan Wali Kota Surabaya wanita pertama yang menjabat untuk periode 2010-2015. Sebelum menjabat sebagai wali kota, ia menduduki posisi sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).

 

Di bawah kepemimpinan wanita kelahiran Kediri Senin, 20 November 1961 ini, Surabaya menjadi kota yang bersih dan asri. Bahkan, kota yang mendapat sebutan Kota Pahlawan ini berhasil meraih kembali Piala Adipura 2011 untuk kategori kota metropolitan setelah lima tahun berturut-turut tak lagi memperolehnya.

 

4. Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang

Wanita kelahiran Bandung, 18 Juli 1980 itu adalah Wakil Bupati Karawang hasil pilkada 2010. Sejak 23 Desember 2014 lalu, ia menggantikan Bupati non-aktif, Ade Swara yang divonis enam tahun penjara karena kasus pemerasan.

 

Bupati yang berlatar belakang dokter tersebut kembali maju dalam pilkada serentak Kabupaten Karawang 2015. Ia dipasangkan dengan Ahmad Zamakhsyari sebagai calon wakilnya.

 

Partai Demokrat, PPP, dan PAN, disebut-sebut telah mendukungnya. Partai lain seperti PDIP belum memutuskan, meski sudah didekati.

 

5. Neni Moerniaeni, Wali Kota Bontang

Istri dari mantan Wali Kota Kota Bontang periode 2001-2011, Andi Sofyan Hasdam, ini adalah anggota DPR RI dapil Kaliman Timur. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bontang.

 

Neni maju sebagai calon Wali Kota Bontang dalam pilkada serentak berpasangan dengan Basri Rase. Mereka bersaing dengan pasangan Adi Darma-Isro Umarghani yang merupakan pejawat.

 

6. Rita, Bupati Kutai Kertanegara

Wanita kelahiran Tenggarong, Kalimatan Timur, 7 November 1973 ini adalah Bupati Kutai Kartanegara yang menjabat mulai tahun 2010 hingga 2015. Rita adalah anak kedua dari mantan Bupati Kutai Kartanegara, yaitu Syaukani Hasan Rais. Ayahnya berdarah Banjar dan Makassar, sedangkan ibunya asli berdarah Kutai.

 

Rita maju sebagai pejawat pilkada serentak berpasangan dengan Edy Damansyah.

 

7. Chusnunia Chalim, Bupati Lampung Timur

Chusnunia adalah anggota DPR periode 2014-2019 dan merupakan politisi senior di PKB. Wanita kelahiran Karang Anom, 12 Juli 1982 itu maju sebagai calon bupati Lampung Timur dalam pilda serentak bersama Zaiful Bokhari sebagai calon wakilnya.

 

8. Asmah Gani, Bupati Nunukan

Asmah Gani adalah Wakil Bupati Nunukan, Kalimantan Utara periode 2011-2016. Wanita kelahiran Nunukan, 17 Agustus 1954 itu kembali maju sebagai calon bupati Nunukan pada pilkada serentak 2015 bersama Andi Kasim sebagai calon wakil bupati.

 

9. Indah Putri Indriani, Bupati Luwu Utara

Indah adalah wakil Bupati Luwu Utara periode 2010-2015. Lahir tanggal 7 Februari 1977, Indah menghabiskan waktunya di dunia akademis, sebelum terjun ke dunia politik. Indah maju sebagai calon Bupati Luwu Utara dalam pilkada serentak berpasangan dengan Muh Thahar Rum.

 

10. Anna Sophanah, Bupati Indramayu

Wanita kelahiran Indramayu, 23 Oktober 1958 adalah Bupati Indramayu periode 2010-2015. Anna kembali mencalonkan diri dalam pilkada serentak 2015 berpasangan dengan wakilnya pada periode sebelumnya, Supendi.

 

11. Hj Indah Damayanti Putri, Bupati Bima NTB

Hj Indah Damayanti Putri adalah perempuan pertama yang mencalonkan diri sebagai Bupati Bima. Perempuan yang akrab disapa Dae Dinda ini adalah istri dari almarhum Bupati Bima dua periode, Ferry Zulkarnain. Indah berpasangan dengan Dahlan M Nor.

 

12. Irna Narulita, Bupati Pandeglang

Irna Narulita adalah istri dari seorang mantan Bupati Pandeglang, Dimyati Natakusuma. Wanita kelahiran Jakarta 23 Juli 1970 terpilih menjadi anggota DPR pada pemilihan legislatif 2014.

 

Irna mencalonkan diri sebagai Bupati Pandeglang pada pilkada serentak 2015 bersama Tanto Warsono Arban sebagai calon wakil bupati.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline