Kasus Pelindo II Setara dengan Bank Century

pelabuhan-pelindo-II.jpg
(INTERNET)

 

RIAU ONLINE, JAKARTA - Ekonom senior Fuad Bawazier menilai kasus dugaan korupsi di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mempunyai bobot yang sama dengan kasus bailout Bank Century yang terjadi di era kepemimpinan


Mantan menteri keuangan itu menegaskan, persoalan mafia pelabuhan sudah berlangsung sangat lama, melewati pergantian banyak rezim presiden. Inti masalah selalu sama, yakni tidak efisiennya pengelolaan pelabuhan, khususnya terkait ekspor-impor dan lamanya bongkar muat barang. (BACA JUGA: Tak Ada Dewa Penolong dalam Perlambatan Ekonomi Kini)


Fuad menegaskan, meskipun berulang kali Dirut PT Pelindo II RJ Lino membanggakan ihwal keuntungan BUMN tersebut, tetap saja tak berguna lantaran inefisien pelabuhan justru berdampak pada kenaikan harga barang di pasar.


Di sinilah, lanjut Fuad, letak bobot beratnya kasus Pelindo-gate. Sebagai perbandingan, biaya transportasi barang di Indonesia besarnya dua kali lipat dibandingkan Malaysia. "Karena itu, cost (biaya) dari seluruh kesalahan di situ (pelabuhan-pelabuhan), dipikul oleh rakyat Indonesia melalui harga barang-barang yang mahal," tegasnya.


Fuad lantas menghubungkan kasus Pelindo II dengan kasus Bank Century, yang saat itu diusut di DPR melalui panitia khusus (Pansus). Kasus Bank Century sendiri hingga kini masih menyimpan tanda tanya tentang pelaku sebenarnya. (KLIK: Rupiah Loyo, Pelanggan Jadi Malas Belanja)


"Ya mafianya kuat. Kencanglah. Segala sesuatunya di situ. Nah, Pelindo kurang lebih bobotnya berat. Masalah pelabuhan memang sudah kronis betul," ujarnya.


Fuad mendesak komisi-komisi yang sedang menjalankan panitia kerja (panja) Pelindo II agar terus lanjut ke tingkat Pansus. Sebab, menurut Fuad, pengusutan Pelindo-gate terlalu berat dan sangat memerlukan political will DPR. Daya usut Panja dinilai masih teknis terkait komisi-komisi.


"Yang penting, Pansusnya itu jangan sampai masuk angin. Sebab kalau ini masuk angin, saya yakin, masuk anginnya menular ke instansi-instansi yang lain," katanya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline

 

Sumber: Republika.co.id