Kata Menteri Hanif Soal Banjir Buruh Cina di Indonesia

MENTERI-KERJA.jpg
(ISTIMEWA)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri membantah ada serbuan tenaga kerja asing, terutama dari Cina, ke Indonesia. Ia menjamin Kementerian selektif dalam mengeluarkan izin.

 

"Jadi jangan takut-takuti orang dengan isu tenaga kerja asing," kata Hanif kepada Tempo di kantornya pekan lalu. Sebagaimana dikutip RIAUONLINE.CO.ID.

 

Hanif menyebut pekerja asing yang ada di Indonesia saat ini hanya sekitar 70 ribu orang. Bandingkan, ucap dia, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta dengan jumlah angkatan kerja sekitar 129 juta. "Itu kan 0,1 persen saja tidak ada," kata Hanif.

 

Hanif juga membandingkan dengan persentase pekerja asing di negara tetangga. Di Malaysia, kata dia, dari jumlah penduduk 27 juta, ada sebanyak 1,2 juta tenaga kerja asal Indonesia di sana. Singapura bahkan 50 persen pekerjanya adalah orang asing.

 

(BACA JUGA: Kenapa Bahasa Indonesia Bukan Lagi Syarat Wajib Buruh Asing?)

 

Indonesia sendiri sepanjang 2014-2015 kedatangan banyak tenaga kerja asal Negeri Tirai Bambu. Kementerian Ketenagakerjaan telah memberi izin pada 41.365 tenaga kerja Cina untuk masuk ke Indonesia sejak Januari 2014-Mei 2015 lalu. Total tenaga kerja Cina yang masih menetap di dalam negeri saat ini sebanyak 12.837 orang.

 

Sektor yang banyak diisi tenaga kerja Cina pada periode 1 Januari 2014-31 Mei 2015 adalah perdagangan dan jasa, sebanyak 26.579 orang, industri 11.114 orang, dan pertanian 3.672 orang.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline