RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekedaprov) Riau Syahrial Abdi mengatakan relokasi warga dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), sampai hari ini masih berlangsung. Berdasarkan data, sebanyak 227 kepala keluarga sudah direlokasi pada tahun 2025.
"Dari jumlah itu, tersisa sekitar 373 KK lagi yang masih dalam proses. Target Pemprov Riau adalah 600 KK untuk dipindahkan dari TNTN," ujarnya, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Pemprov Riau terus berkomitmen untuk mendukung percepatan pemulihan TNTN yang tetap berpihak pada perlindungan masyarakat. Hal ini juga disampaikan pada Rapat Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Tim Percepatan Pemulihan TNTN yang digelar di Gedung Daerah Balai Serindit hari ini.
"Rapat tersebut diinisiasi oleh Gubernur Riau sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap progres pelaksanaan tugas negara yang dijalankan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) serta Kelompok Kerja Terpadu Penanganan Tesso Nilo (KTP2TN)," jelasnya.
Dalam rapat ini juga membahas pola penyediaan lahan pengganti bagi warga yang direlokasi. Seperti menggunakan pendekatan sosial atau kemasyarakatan, yang memerlukan pembentukan kelompok-kelompok masyarakat untuk kemudian dicarikan solusi pengganti lahan.
"Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN juga menyampaikan adanya mekanisme pengakuan tanah adat melalui penerbitan sertifikat. Bupati diminta melakukan pendekatan dan meyakinkan masyarakat bahwa prinsipnya negara tetap adil dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Menurutnya, percepatan penyediaan lahan pengganti menjadi kunci agar proses pemulihan TNTN berjalan seimbang antara penegakan kebijakan negara dan perlindungan masyarakat.
"Intinya, Tim Percepatan Pemulihan TNTN bekerja mendukung Satgas PKH pusat dan kebijakan Presiden, tetapi juga berpihak pada kepentingan masyarakat agar tetap terlindungi," pungkasnya.

