Bukan Hanya Genetik, Ini Pemicu Kulit Berminyak Berlebih

Makanan-Bergizi.jpg
ILUSTRASI (id.pinterest.com)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kulit berminyak sering dianggap tantangan harian yang memengaruhi kepercayaan diri. Apa jadinya jika kamu bisa memangkas produksi minyak berlebih bukan hanya lewat produk mahal, tapi melalui kebiasaan sederhana yang bisa dipraktikkan setiap hari?

Meski demikian, kondisi kulit yang berminyak sesungguhnya sangat wajar. Dikutip dari KUMPRAN, minyak alami di wajah alias sebum berfungsi untuk menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari kerusakan.

Hanya saja, ketika produksinya terlalu berlebihan, hasilnya jadi kurang nyaman, bahkan bisa menimbulkan masalah kulit lain.

Berikut adalah faktor yang menyebabkan kulit lebih berminyak:

1. Faktor Genetik

Kondisi ini memang tidakbisa diubah permanen. Dengan skincare yang sesuai, pola makan sehat, dan gaya hidup teratur, kulit berminyak bisa tetap terkontrol.


2. Kelenjar Sebaceous yang Terlalu Aktif

Dengan perawatan yang tepat, seperti memakai pembersih wajah yang oil-free atau skincare berbahan oil-control, maka kelenjar sebaceous tidak akan terlalu aktif dan produksi minyak lebih terkontrol.

3. Perubahan Hormon

Saat pubertas, menstruasi, kehamilan, atau menopause, produksi hormon bisa meningkat dan merangsang kelenjar minyak bekerja lebih keras. Selain itu, stres juga memengaruhi hormon, sehingga kulit bisa tampak lebih berminyak ketika kamu lagi banyak tekanan.

4. Lingkungan dan Iklim

Suhu yang tinggi merangsang kelenjar minyak untuk menghasilkan lebih banyak sebum, sehingga wajah terasa lengket dan kusam. Lingkungan berpolusi juga bisa memperparah kondisi ini karena kotoran mudah menempel pada kulit berminyak. 

5. Skincare yang Kurang Tepat

Pembersih wajah dengan kandungan agresif memang terasa bersih, tapi sering kali membuat kulit jadi kering. Saat kulit terasa kering, kelenjar minyak akan memproduksi lebih banyak sebum untuk menyeimbangkan kelembapan. Akhirnya, wajah malah jadi makin berminyak. 

6. Pola Makan

Makanan berminyak, gorengan, gula berlebih, dan karbohidrat olahan bisa membuat produksi minyak di kulit meningkat. Sebaliknya, pola makan sehat kaya buah, sayur, dan protein bisa membantu menyeimbangkan kulit dari dalam.