BRK Syariah Ajak Pelajar Menabung Lewat Program One Day One Thousand

BRK-Syariah-Ajak-Pelajar-Menabung-Lewat-Program-One-Day-One-Thousand.jpg
PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) luncurkan program One Day One Thousand di Pulau Penyengat, Senin, 22 September 2025. (Istimewa)

RIAU ONLINE, TANJUNGPINANG - PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) melalui Kantor Cabang Tanjungpinang Pamedan tingkatkan literasi keuangan syariah bagi generasi muda melalui program menabung yang digagas SD Negeri 009 dan SMP Negeri 009 Kelurahan Penyengat dengan tema “One Day One Thousand”.

Program ini mengajak pelajar untuk membiasakan diri menyisihkan Rp1.000 setiap hari, sebagai langkah awal menanamkan budaya menabung sejak dini.

Plt. Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, bersama Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyerahkan buku Tabungan Simpel kepada perwakilan peserta didik bersamaan dengan peresmian QR Code Situs Cagar Budaya di Pulau Penyengat, Senin, 22 September 2025.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan apresiasinya atas sinergi antara pihak sekolah dan BRK Syariah dalam menggerakkan budaya menabung.

“Program ini bertujuan untuk menanamkan budaya menabung sejak dini, membangun kedisiplinan finansial, serta meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan pelajar,” ujarnya.


Plt. Direktur Utama BRK Syariah, Helwin Yunus, menegaskan bahwa menabung adalah salah satu fondasi dalam membentuk kemandirian finansial generasi muda.

“Dengan menabung, anak-anak belajar disiplin, belajar mengelola uang, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” ungkap Helwin.

Helwin juga menekankan pentingnya layanan inklusif bagi masyarakat yang tinggal di pulau.

“Dengan adanya Agen Laku Pandai, masyarakat Pulau Penyengat tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk bertransaksi. Agen ini memberikan kemudahan dalam layanan setor tunai, tarik tunai, pembukaan rekening, hingga transaksi pembayaran lainnya,” tutupnya.

Selain menguatkan literasi keuangan, BRK Syariah Tanjungpinang Pamedan juga menghadirkan layanan keuangan inklusif bagi masyarakat Pulau Penyengat. Kehadiran Agen Laku Pandai di pulau bersejarah ini ditandai dengan penyerahan mesin Electronic Data Capture (EDC) kepada merchant atau pelaku usaha lokal. 

Dengan layanan tersebut, masyarakat kini dapat melakukan setor tunai, tarik tunai, pembukaan rekening, hingga transaksi pembayaran lainnya tanpa perlu menyeberang ke kota.

Acara ini dihadiri secara antusias oleh pelajar, mahasiswa, masyarakat, dan para pelaku usaha. Kehadiran mahasiswa menambah semangat agenda ini, mengingat kelompok usia tersebut juga dinilai penting dalam meningkatkan kesadaran dan literasi keuangan untuk mempersiapkan masa depan finansial yang lebih baik.