Pasangan Anda Kedapatan Selingkuh? Jangan Buru-buru Hapus Akun Sosmednya

Selingkuh-Politisi-Jepang-Ini-Mundur.jpg
(AFP Getty)

RIAU ONLINE - Perkembangan teknologi dianggap sebagai pemicu semakin meningkatnya angka perselingkuhan di Indonesia. Namun, apakah benar, pemicunya gara-gara media sosial (Medsos)? Atau ada yang lainnya? 

 

Lalu, apa benar juga, manusia berselingkuh karena memang tidak bisa hidup secara monogami? Berikut perspektif Luh Ayu Saraswati yang dilansir RIAUONLINE.CO.ID, dari dw.com

 

Bukan rahasia lagi kalau budaya selingkuh sudah mengental di Indonesia. Jika mau jujur, pasti ada sanak saudara, teman, bahkan diri sendiri pun pernah mengalami perselingkuhan. Apa betul manusia berselingkuh karena kita memang tidak bisa hidup secara monogami?

 

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh Gatal-gatal di 5 Area Vital Laki-laki Ini

 

Apakah ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki ketika berselingkuh? Bagaimana halnya dengan perkembangan zaman dan internet? Apakah ada pengaruhnya terhadap perselingkuhan? Mari kita kaji masalah perselingkuhan ini lebih lanjut.

 

Internet: Media sosial atau media selingkuh?

 

Whatsapp (WA), Blackberry Messenger (BBM), Facebook, Twitter, dan Linkedin pun bisa berubah fungsi, yang awalnya adalah media sosial, berubah menjadi media selingkuh. Pacar lama zaman SMA tiba-tiba muncul di Facebook.

 

Awalnya iseng-iseng berkomentar, menge-like foto-foto si dia, lama-lama ngopi-ngopi, makan siang, akhirnya makan siang plus-plus atau bobo siang bareng.

 

Indonesien Frau Frauenrechte

Walaupun internet dan media sosial tidak selalu mengarah pada perselingkuhan, namun teknologi tersebut memang mempermudah komunikasi antara dua kekasih.

 

Klik Juga: Jangan Anggap Remeh Nyeri di Bagian Wanita Ini

 

Foto-foto seronok pun dengan mudahnya dapat dikirim melalui internet. Dan janji wakuncar pun dengan mudah dapat dibuat melalui medsos, gratis pula dan relatif aman tanpa takut ketahuan suami/istri di rumah, selama password disimpan dengan apik.

 

Tak perlu tutup akun

Jika Anda tidak ingin pasangan bermain gila, jangan dulu tutup atau paksa suami/istri menutup akun medsosnya. Kebanyakan para pasangan suami-istri berselingkuh karena faktor jenuh dan tidak puas (baik ekonomi, emosional, seksual, dsb.) dengan pasangan masing-masing.

 

Setelah bertahun-tahun menikah, suami-istri mulai jenuh dan tidak berhubungan seks lagi, walaupun masih tinggal serumah. Kemudian masing-masing memiliki pacar baru.

 

Bahkan terkadang, keduanya tahu sama tahu. Ada juga pasangan yang suaminya pisah ranjang, dan memilih tidur di apartemen milik pacar baru.

 

Ketika akhir minggu tiba, suami pulang kembali ke rumah, dan berjalan-jalan dengan istri dan anak-anaknya yang mulai remaja, seperti layaknya keluarga bahagia lainnya.

 

Dari luar, keluarga ini nampak bahagia, dan mungkin memang bahagia dengan pacar masing-masing, namun bukan kebahagiaan keluarga ideal jadul seperti Pak Sukri dan Bu Sukri (Sinetron Rumah Masa Depan). Namun sebenarnya yang membuat pasangan ini awet dan langgeng adalah masing-masing mempunyai selingkuhan.

 

Jadi daripada menutup akun Facebook, lebih baik melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti wakuncar, jalan-jalan keliling dunia, memberikan surprise, atau memperdalam hubungan suami/istri dengan mengikuti couple atau tantra workshop, misalnya, jika Anda memang ingin selalu saling setia.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline