RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengusulkan nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah sebagai identitas gerbang tol yang menghubungkan ruas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dengan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang. Usulan tersebut telah mendapat persetujuan resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Penamaan gerbang tol menggunakan nama tokoh pendiri Pekanbaru itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengabadikan sejarah sekaligus memberikan penghormatan kepada sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan berdirinya Kota Bertuah.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan, usulan tersebut bukan sekadar pemberian nama pada sebuah infrastruktur, melainkan bentuk penghargaan terhadap jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi sejarah Pekanbaru.
Menurutnya, generasi mendatang perlu mengenal tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan dan identitas daerah.
“Kita tidak boleh melupakan pendahulu kita, sehingga generasi mendatang tetap mengenal sosok yang memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya Pekanbaru. Penamaan ini menjadi legacy bagi pemerintah kota dan seluruh masyarakat,” ujar Agung, Selasa 3 November 2026.
Agung berharap, penggunaan nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah dapat menjadi pengingat sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap mengenal dan menghargai warisan para pendiri daerah.
Selain mendapatkan persetujuan pemerintah pusat, usulan penamaan tersebut juga mendapat apresiasi dan dukungan dari kalangan lembaga adat.
Dengan demikian, gerbang tol yang menjadi penghubung antarruas jalan tol tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai akses transportasi modern, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya Melayu dan representasi penghormatan terhadap sejarah Kota Pekanbaru.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya Pemko Pekanbaru dalam menjaga warisan sejarah daerah agar tetap dikenal dan menjadi bagian dari identitas kota di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur.

