RIAU ONLINE, PEKANBARU - PSPS Pekanbaru harus mengakui keunggulan Bhayangkara Lampung FC setelah menelan kekalahan dengan skor 1-3 dalam pertandingan bertajuk League Cup 2026.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Rabu, 4 November 2026, Askar Bertuah belum mampu membendung kekuatan tim yang berasal dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.
Kekalahan ini menjadi hasil yang mengecewakan bagi PSPS Pekanbaru. Apalagi, pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi skuad asuhan Akhyar Ilyas untuk menguji kemampuan menghadapi tim dengan pengalaman dan kualitas pemain yang lebih matang.
Namun, di balik hasil negatif tersebut, pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, mengungkapkan bahwa timnya memang tidak memiliki persiapan yang ideal sebelum menghadapi Bhayangkara Lampung FC.
Padatnya jadwal pertandingan sebelumnya membuat tim pelatih harus melakukan sejumlah penyesuaian, termasuk memberikan kesempatan bermain kepada beberapa pemain yang selama ini minim mendapatkan menit bermain.
Akhyar menjelaskan, PSPS hanya memiliki waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk mempersiapkan diri setelah menjalani dua pertandingan yang cukup melelahkan melawan Persikabo dan Bekasi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan tim pelatih dalam menentukan komposisi pemain yang diturunkan menghadapi Bhayangkara Lampung FC.
"Pasti kita semua kecewa dengan hasil malam ini. Tapi dari sejak awal memang kita punya waktu pendek sekali setelah kita pulang dari pertandingan yang melelahkan, dua match ke Persikabo dan Bekasi. Kita cuma punya waktu 2-3 hari," ujar Akhyar Ilyas seusai pertandingan.
Ia mengatakan, sejak awal tim pelatih memang sudah merencanakan untuk memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain agar beberapa pemain lainnya bisa mendapatkan waktu istirahat dan menjaga kebugaran.
Menurutnya, rotasi tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana kesiapan pemain yang selama ini tidak terlalu sering mendapatkan kesempatan tampil.
"Dan dari awal memang kita ingin menitip beberapa pemain kita supaya lebih bugar untuk pertandingan ke depan. Kita melihat siapa yang lebih bugar dia yang akan main," jelasnya.
Akhyar menegaskan, keputusan memberikan menit bermain kepada sejumlah pemain bukan tanpa pertimbangan. Selain menjaga kebugaran skuad, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya melihat kedalaman tim menghadapi kompetisi yang masih panjang.
Meski demikian, menghadapi Bhayangkara Lampung FC yang memiliki pemain-pemain berpengalaman, PSPS harus membayar mahal sejumlah kesalahan yang terjadi sepanjang pertandingan.
Akhyar menilai, secara permainan pertandingan berlangsung cukup menarik. Namun, kualitas lawan membuat setiap kesalahan kecil yang dilakukan anak asuhnya bisa langsung dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan.
"Kita memberi menit kepada beberapa pemain yang mungkin jarang tampil. Tapi karena pertandingannya secara dari awal cukup menarik, kita ketemu tim bagus, tim dengan pemain berpengalaman dan kita lihat mereka bermain cukup baik," ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa kekalahan tersebut tidak terlepas dari kesalahan yang dilakukan oleh timnya sendiri. Beberapa hal yang seharusnya bisa diantisipasi justru menjadi peluang bagi Bhayangkara Lampung FC untuk mencetak gol.
"Beberapa kesalahan kecil yang kita lakukan bisa dimanfaatkan oleh lawan. Mungkin itu adalah kesalahan dari kita sendiri".
"Mudah-mudahan kekalahan ini menjadi yang terakhir dan kita fokus lagi ke liga untuk pertandingan nanti," tutup Akhyar.
Sementara itu, pemain PSPS Pekanbaru, Matheus Machado, juga mengakui kekecewaan atas hasil pertandingan tersebut.
Menurutnya, seluruh pemain sudah berusaha memberikan penampilan terbaik ketika menghadapi Bhayangkara Lampung FC. Namun, hasil akhir belum berpihak kepada tim berjuluk Askar Bertuah tersebut.
Machado menilai sepak bola selalu menghadirkan berbagai kemungkinan. Karena itu, kekalahan dari Bhayangkara Lampung FC harus segera dijadikan bahan evaluasi agar PSPS bisa tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
"Jadi kami menjalani pertandingan tadi, tetapi sayangnya kami kalah. Mengenai pertandingan ini, menurut pendapat saya, kami sudah berupaya hari ini, tetapi sepak bola adalah sepak bola, begitulah hasilnya," kata Machado.
Ia menegaskan, PSPS tidak boleh terlalu lama larut dalam kekecewaan. Para pemain harus segera mengalihkan perhatian dan kembali memusatkan konsentrasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
"Namun sekarang kami hanya perlu fokus berjuang menghadapi tim-tim terbaik di kompetisi ini. Dan selanjutnya, kami perlu fokus untuk pertandingan berikutnya," tegas pemain bernomor punggung 8 itu.
Kekalahan dari Bhayangkara Lampung FC menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih PSPS Pekanbaru. Evaluasi diperlukan, terutama untuk meminimalisasi kesalahan-kesalahan yang bisa dimanfaatkan lawan.

