Kalah dari Tim Liga 1, Akhyar Minta Pemain PSPS Belajar dan Segera Bangkit

Kompetisi-League-Cup-Bhayangkara-FC-Menang-3-1-Atas-PSPS-Pekanbaru.jpg
Bhayangkara Lampung FC sukses mengalahkan PSPS Pekanbaru dengan skor 3-1 pada laga perdana League di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Rabu, 4 November 2026. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, mengakui anak asuhnya melakukan sejumlah kesalahan mendasar saat menghadapi Bhayangkara Lampung FC dalam pertandingan League Cup 2026 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Rabu, 4 November 2026 malam.

Dalam pertandingan tersebut, PSPS Pekanbaru harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-3. Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi Akhyar, terutama terkait ketenangan pemain ketika menghadapi tekanan lawan.

Akhyar menilai, salah satu persoalan yang terlihat sepanjang pertandingan adalah pemain terlalu terburu-buru dalam memainkan bola. Kondisi tersebut justru membuat para pemain PSPS semakin gugup sehingga sejumlah kesalahan tidak terhindarkan.

"Pertandingan tadi, menurut saya, pemain terlalu cepat memainkan bola. Itu yang membuat pemain kita semakin nervous. Saya pikir ke depan hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Kita akan belajar dari situasi tersebut," ujar Akhyar, Kamis, 5 November 2026.

Menurutnya, menghadapi tim dengan kualitas pemain yang lebih baik membutuhkan ketenangan, konsentrasi, serta kemampuan mengambil keputusan secara tepat.

Akhyar menyebut, Bhayangkara FC mampu memanfaatkan kesalahan sekecil apa pun yang dilakukan pemain PSPS. Hal itu menjadi salah satu perbedaan ketika menghadapi tim yang memiliki pengalaman dan kualitas pemain di level lebih tinggi.

"Kita bertemu lawan yang bermain bagus. Sedikit saja melakukan kesalahan, lawan bisa langsung memanfaatkannya. Itu perbedaan ketika kita bermain di Liga 2. Kita bisa melihat pemain asing mereka memiliki kualitas istimewa," ungkapnya.

Akhyar juga menjelaskan bahwa sejak awal fokus utama PSPS Pekanbaru tetap berada pada kompetisi Liga 2 atau Championship 2026/2027.


Ia mengakui, persiapan menghadapi pertandingan League Cup kali ini cukup terbatas. Jarak waktu yang relatif berdekatan membuat tim pelatih harus mengatur komposisi pemain dan kondisi kebugaran skuad.

Bahkan, PSPS tidak menurunkan kekuatan penuh sejak awal pertandingan. Meski demikian, Akhyar menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki keyakinan terhadap kemampuan skuad yang dimiliki PSPS.

"Memang sejak awal fokus kita adalah Liga 2. Championship ini merupakan kompetisi yang sedang kita jalani. Kemarin waktunya terlalu mepet dan kita juga tidak menurunkan full team di pertandingan awal," jelasnya.

"Kita tetap memandang dan yakin dengan skuad yang ada. Namun, itulah sepak bola. Ketika pemain tidak tampil dalam kondisi terbaik, sedikit muncul rasa nervous. Kita tahu, one mistake, one goal," sambung Akhyar.

Meski kalah dengan selisih dua gol, Akhyar tidak sepenuhnya menilai penampilan anak asuhnya buruk.

Ia justru melihat para pemain sudah berusaha memberikan perlawanan dan bekerja cukup keras sepanjang pertandingan. PSPS juga mampu menciptakan sejumlah peluang, terutama ketika memasuki babak kedua.

Namun, persoalan penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Sejumlah peluang yang berhasil dibangun belum mampu dikonversi menjadi gol.

Selain itu, Akhyar menyoroti beberapa kesalahan mendasar dalam permainan, mulai dari akurasi operan hingga kontrol bola.

Menurutnya, kesalahan tersebut kemungkinan tidak terlepas dari faktor kegugupan pemain ketika mendapatkan tekanan dari lawan.

"Saya pikir kita tidak bermain buruk. Memang ada beberapa kesalahan dasar yang dilakukan, seperti passing dan kontrol bola. Itu yang perlu dibenahi, mungkin juga karena faktor nervous tadi," katanya.

Akhyar juga memberikan apresiasi terhadap kerja keras para pemain yang tetap berusaha membangun serangan dan menciptakan peluang.

Bahkan, pada babak kedua PSPS dinilai mampu tampil lebih dominan setelah berhasil menguasai permainan. Akan tetapi, dominasi tersebut belum cukup untuk mengubah keadaan karena lini pertahanan Bhayangkara FC tampil disiplin.

"Saya melihat anak-anak juga bekerja cukup keras dan menciptakan banyak peluang. Sayangnya, kita tidak bisa menciptakan gol. Di babak kedua kita cukup dominan setelah menguasai permainan dan banyak menciptakan peluang, tetapi tetap tidak bisa menghasilkan gol," tutupnya.