RIAU ONLINE, PEKANBARU – Catatan lima kemenangan beruntun PSPS Pekanbaru harus diwarnai kabar kurang menyenangkan. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan PSPS Pekanbaru dijatuhi sanksi denda sebesar Rp20 juta oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat pelanggaran keamanan pada laga kontra Persiku Kudus.
Sanksi tersebut berkaitan dengan pertandingan Pegadaian Championship 2026/2027 antara PSPS Pekanbaru dan Persiku Kudus di Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu 18 Oktober 2026.
Dalam keputusan Komdis PSSI, Panpel PSPS Pekanbaru dinilai gagal menjalankan tanggung jawab dalam menjaga ketertiban dan keamanan pertandingan. Pelanggaran terjadi setelah laga berakhir, ketika seorang personel tanpa kartu identitas (ID Card) memasuki area Field of Play (FOP) serta ruang ganti tim Persiku Kudus.
Atas pelanggaran tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp20 juta kepada Panpel PSPS Pekanbaru.
Tak hanya Panpel tuan rumah, Persiku Kudus juga menerima sanksi dalam perkara yang sama. Klub berjuluk Macan Muria itu dijatuhi denda sebesar Rp25 juta atas pelanggaran terkait keberadaan seorang personel tanpa ID Card yang memasuki area FOP dan ruang ganti tim Persiku Kudus setelah pertandingan berakhir.
Dengan demikian, total denda yang dijatuhkan kepada kedua pihak mencapai Rp45 juta.
Sanksi ini menjadi catatan tersendiri bagi PSPS Pekanbaru di tengah tren positif tim berjuluk Askar Bertuah tersebut. Sebelumnya, PSPS sukses mengamankan kemenangan kelima secara beruntun setelah menaklukkan Persiku Kudus dengan skor telak 4-1.
Hasil tersebut memperpanjang tren kemenangan PSPS di kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027. Namun, pelanggaran yang terjadi seusai pertandingan membuat keberhasilan di lapangan harus diiringi evaluasi terhadap aspek ketertiban dan keamanan penyelenggaraan pertandingan.

