RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali berada pada kategori yang perlu diwaspadai. Pemantauan situs IQAir pada Rabu 23 September 2026 pukul 09.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI⁺) mencapai 135, masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Dalam data tersebut, polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 49,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara Pekanbaru masih belum sepenuhnya terbebas dari paparan polutan, meski sehari sebelumnya Pemerintah Kota Pekanbaru menyampaikan kualitas udara mulai membaik.
Pada waktu yang sama, kondisi cuaca di Pekanbaru tercatat berada pada suhu sekitar 29 derajat Celcius, dengan kecepatan angin 7 kilometer per jam dan kelembapan udara mencapai 70 persen.
Kategori AQI 135 berarti kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau kondisi kesehatan tertentu, perlu lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi udara Pekanbaru dalam beberapa pekan terakhir memang mengalami perubahan cukup cepat. Sebelumnya, kabut asap dan peningkatan konsentrasi PM2.5 sempat membuat indeks kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Pada 15 September 2026, misalnya, AQI Pekanbaru sempat mencapai 207 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 131,9 µg/m³.
Sementara itu, pada 18 September 2026, IQAir mencatat AQI Pekanbaru berada di angka 159 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 67,1 µg/m³.
Masyarakat terutama kelompok sensitif disarankan tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

