RIAU ONLINE, PEKANBARU – Persoalan infrastruktur dan kekhawatiran terhadap akses pendidikan menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra, saat menggelar kegiatan reses di Jalan Bakti, Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki.
Dalam pertemuan tersebut, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai keluhan, kebutuhan, kritik, hingga usulan terkait persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari kondisi infrastruktur lingkungan, penerangan jalan, hingga persoalan data desil yang dinilai berpotensi memengaruhi akses anak terhadap bantuan pendidikan.
Salah seorang warga, Kiel, mengeluhkan kondisi Jalan Harapan Jaya, Gang Setia Mulia, yang menurutnya sudah mengalami kerusakan parah selama kurang lebih 10 tahun. Selain kondisi jalan yang memprihatinkan, kawasan tersebut juga minim penerangan karena lampu jalan belum tersedia.
"Kalau sudah malam seperti tempat hantu karena tidak ada penerangan," keluh Kiel, Sabtu 7 November 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat lingkungan menjadi kurang nyaman, terutama bagi warga yang harus beraktivitas pada malam hari.
Selain persoalan infrastruktur, kekhawatiran mengenai sistem pengelompokan desil juga disampaikan warga lainnya, Cindi. Ia mempertanyakan keakuratan data desil yang dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat sebenarnya.
Cindi mengaku khawatir kategori desil yang tercatat dalam data pemerintah dapat memengaruhi kesempatan anaknya untuk memperoleh bantuan pendidikan.
Ia menjelaskan, meskipun tinggal di rumah kontrakan dan tidak memiliki kendaraan, data yang dimilikinya justru mencantumkan kepemilikan tanah dan mobil. Kondisi tersebut membuat dirinya tercatat dalam desil 6.
"Saya khawatir desil ini berpengaruh terhadap pendidikan anak. Desil 1 sampai 10, sementara desil 1 sampai 4 sangat terbatas. Saya ngontrak, tidak punya kendaraan, tetapi di data tertulis saya punya tanah dan mobil. Desil saya justru 6," ungkapnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Aidhil Nur Putra mengatakan, keluhan warga terkait infrastruktur dan penerangan jalan akan menjadi perhatian untuk diperjuangkan melalui jalur legislatif.
Ia menyebutkan, keberadaan tiang lampu jalan di sejumlah titik sebenarnya sudah tersedia. Namun, fasilitas penerangannya belum terpasang sehingga belum dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Tiangnya sudah ada, tetapi lampunya tidak ada. Nanti akan kita usulkan," kata Aidhil.
Ia menegaskan, selama kurang lebih dua tahun menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Kota Pekanbaru, dirinya telah beberapa kali melaksanakan reses dan menerima banyak aspirasi masyarakat.
Menurutnya, seluruh masukan yang disampaikan warga akan terus diperjuangkan agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah sesuai dengan kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
"Selama saya menjadi anggota DPRD Kota Pekanbaru kurang lebih dua tahun dan sudah beberapa kali melaksanakan reses, aspirasi masyarakat sudah banyak. Ini akan terus saya perjuangkan," tegasnya.
Tidak hanya menyangkut infrastruktur, Aidhil juga menyampaikan sejumlah peluang program bantuan melalui DPP Partai NasDem, khususnya di bidang pendidikan dan perbaikan rumah masyarakat.
Ia menjelaskan, terdapat program bantuan yang memiliki persyaratan kategori desil 4 ke bawah. Ketentuan serupa juga berlaku untuk program bedah rumah.
Selain itu, Aidhil turut menyampaikan rencana program beasiswa pendidikan bagi masyarakat, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.
"Kalau ada bapak dan ibu yang ingin anaknya mendapatkan beasiswa, mulai dari SD sampai kuliah, nantinya akan dibiayai setiap tahun. Insyaallah program ini akan dimulai. Saya minta doa dari bapak dan ibu agar program ini bisa berjalan," ujarnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Aidhil berharap berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan perjuangan dan perhatian pemerintah, sehingga kebutuhan warga, terutama terkait infrastruktur dasar dan akses pendidikan, bisa mendapatkan solusi.

