Tutup Celah Gangguan Keamanan, Rutan Pekanbaru Periksa Gembok Seluruh Blok Hunian

Rutan-pekanbaru-cek-gembok-blok.jpg
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Pekanbaru (Ka KPR), Boni melakukan pengecekan gembok satu persatu, Sabtu, 7 November 2026) (Dok. Rutan Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Keamanan di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan petugas, tetapi juga kondisi sarana dan prasarana pengamanan. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Boni Hasiholan Manullang bersama staf dan jajaran pengamanan turun langsung melakukan pengecekan serta perawatan gembok di setiap blok hunian.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah preventif untuk memastikan seluruh perangkat penguncian dalam kondisi baik dan berfungsi optimal. 

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kondisi fisik gembok, kelayakan penggunaan, hingga memastikan tidak terdapat kerusakan yang berpotensi menimbulkan celah gangguan keamanan.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan, petugas juga melaksanakan perawatan terhadap gembok agar tetap terjaga kualitas dan fungsinya. Langkah ini dinilai penting mengingat gembok merupakan salah satu bagian mendasar dalam sistem pengamanan blok hunian.

Ka.KPR Rutan Kelas I Pekanbaru, Boni Hasiholan Manullang, menegaskan bahwa pemeliharaan sarana pengamanan harus menjadi perhatian seluruh jajaran. 

Menurutnya, hal-hal yang terlihat sederhana, seperti kondisi gembok, memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan.


"Keamanan blok hunian harus menjadi perhatian bersama. Kita tidak boleh menganggap remeh hal-hal kecil, termasuk kondisi gembok dan perangkat penguncian lainnya," tegas Boni, Sabtu, 7 November 2026.

Boni memastikan semuanya harus dalam keadaan baik dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Ia juga mengingatkan jajaran pengamanan agar senantiasa meningkatkan ketelitian dan kepedulian terhadap setiap sarana pendukung tugas. 

"Pengecekan secara berkala diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan sekaligus meminimalkan potensi gangguan keamanan sejak dini," jelasnya.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak cukup hanya dilakukan ketika muncul permasalahan. Sebaliknya, langkah pencegahan melalui pemeriksaan rutin dan pemeliharaan fasilitas harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh petugas pemasyarakatan.

"Deteksi dini harus dimulai dari hal-hal yang ada di sekitar kita. Dengan pengecekan dan perawatan secara rutin, potensi gangguan keamanan bisa diantisipasi lebih awal sehingga situasi rutan tetap aman, tertib, dan kondusif," pungkasnya.