RIAU ONLINE, INHU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Kebakaran terjadi di sebuah lahan yang berada di depan kawasan SMPN 1 Rengat Barat, Minggu, 20 September 2026 menjelang waktu Magrib.
Peristiwa tersebut kembali menambah panjang daftar kejadian kebakaran lahan di tengah kondisi kabut asap yang masih menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Riau.
Berdasarkan foto yang diterima RiauOnline, kobaran api tampak menyala di balik pepohonan dan tumpukan kayu yang berada di kawasan tersebut. Kepulan asap putih yang terlihat di sekitar lokasi kejadian.
Sejumlah warga pun menyayangkan kembali munculnya kebakaran lahan. Mereka berharap tidak ada lagi pihak yang sengaja membakar lahan, terlebih dampak asap dari karhutla dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas udara.
"Ya Allah, musibah silih berganti. Semoga ini yang terakhir," ujar seorang warga, Nurnis.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Hanidar. Ia mengaku kondisi tersebut membuat masyarakat kembali khawatir dengan munculnya kabut asap.
"Berkabut lagi ini," ujar Hanidar.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Kebakaran lahan yang terjadi secara berulang berpotensi memperburuk kualitas udara apabila asap dari titik kebakaran menyebar ke kawasan permukiman.
Terlebih, lokasi kebakaran yang berada di depan kawasan SMPN 1 Rengat Barat juga membuat warga berharap penanganan dapat dilakukan dengan cepat agar api tidak meluas dan asap tidak semakin mengganggu lingkungan sekitar.
Kebakaran ini menjadi perhatian warga karena terjadi saat masyarakat Riau masih menghadapi persoalan kabut asap akibat rangkaian karhutla yang terjadi di sejumlah daerah.
Warga berharap petugas terkait segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi kebakaran, melakukan pemadaman apabila api masih menyala, serta menyelidiki penyebab munculnya api.
Masyarakat juga meminta agar setiap kejadian karhutla tidak hanya dipadamkan, tetapi apabila ditemukan unsur kesengajaan, dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab munculnya api di lokasi tersebut. Begitu juga dengan luas lahan yang terbakar maupun pihak yang diduga bertanggung jawab atas kejadian itu masih dalam penanganan dan pendalaman.
Belum diketahui pula apakah kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan maupun faktor lainnya.

