Dari Kekaguman hingga Keyakinan, Roy dan Sofi Ikrarkan Syahadat di Masjid Raya An-Nur

roy-dan-sofi-masuk-islam.jpg
Roy dan Sofi bersyahadat dibimbing Pembimbing Mualaf Center An-Nur Riau, Rubianto. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Suka cita menyelimuti Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau usai sepasang warga mengikrarkan syahadat usai salat Jumat, Jumat, 28 Agustus 2026.

Roy Fernando Hutahean (26) dan Sofi Kristiniara Gulo (19) memantapkan hati untuk memeluk agama Islam dan bersyahadat di bimbing Pembimbing Mualaf Center An-Nur Riau, Rubianto.

Keputusan Roy dan Sofi untuk memeluk Islam datang dari perjalanan hati dan keyakinan masing-masing.

Roy mengaku kagum terhadap ajaran Islam. Kekaguman itu tumbuh setelah dirinya melihat langsung umat Islam menjalankan ibadah sekaligus menjaga hubungan persaudaraan sesama muslim.

"Saya kagum dengan ajaran Islam, melihat ibadah umat Islam dan persaudaraan umat Islam," ujar Roy.

Kekaguman itu membuat Roy semakin tertarik untuk mengenal Islam lebih jauh. Setelah melalui pertimbangan dan keyakinan pribadi, ia akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang muslim.

"Atas dasar itu saya memutuskan untuk memeluk agama Islam," katanya.

Sementara itu, Sofi tertarik memeluk Islam usai melihat umat Islam menjalankan ibadah, khususnya salat lima waktu.

Sofi mengaku terkesan ketika melihat umat Islam tetap menjalankan salat lima waktu sebagai bagian dari kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya tertarik masuk Islam, terutama dengan ibadahnya. Saya kagum melihat umat Islam melaksanakan ibadah salat lima waktu," ungkap Sofi.



Dengan mengenakan mukena, Sofi tampak mengikuti prosesi syahadat dengan khidmat. Sementara Roy mengenakan peci. Keduanya kemudian mengikuti setiap kalimat yang dibimbing Rubianto.

Suasana semakin haru ketika Roy dan Sofi berhasil menyelesaikan pengucapan dua kalimat syahadat dengan lancar.

Momen tersebut juga membuat pendamping Sofi tak kuasa menahan air mata. Tangis haru pecah saat melihat Sofi akhirnya mantap memilih Islam dan menyelesaikan prosesi syahadat.

Usai mengucapkan syahadat, Rubianto mengingatkan kepada keduanya bahwa menjadi seorang muslim bukan hanya sebatas mengucapkan dua kalimat syahadat, tetapi juga harus diikuti dengan kesungguhan dalam menjalankan ajaran Islam.

Rubianto meminta Roy dan Sofi agar tetap istiqomah dalam menjalani kehidupan sebagai muslim. Keduanya juga diminta terus memperdalam pengetahuan agama, terutama mengenai Rukun Iman dan Rukun Islam.

"Islam bukan untuk dipermainkan. Keluarga masuk begitu saja. Jadikanlah Islam yang kaffah dan istiqomah dalam menjalankannya," pesan Rubianto.

Selain memperkuat hubungan dengan Allah SWT, Rubianto juga berpesan agar keduanya tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga, terutama kedua orang tua.

Menurutnya, perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi alasan bagi Roy maupun Sofi untuk memutus hubungan dengan keluarga masing-masing.

"Meskipun berbeda keyakinan, hubungan dengan kedua orangtua harus tetap dijaga dengan baik," pesan Rubianto.

Ia juga mengingatkan keduanya bahwa perjalanan sebagai seorang mualaf merupakan proses yang membutuhkan kesabaran dan kemauan untuk terus belajar.

Roy dan Sofi diminta tidak berhenti belajar mengenai ajaran Islam. Pemahaman terhadap Rukun Iman dan Rukun Islam menjadi salah satu dasar penting yang perlu mereka pelajari dalam menjalani kehidupan sebagai muslim.

Prosesi tersebut berlangsung sederhana namun penuh makna. Setelah resmi mengucapkan syahadat, keduanya mendapat bingkisan dari Mualaf Center An-Nur Riau.

Bingkisan tersebut berupa perlengkapan salat lengkap yang diharapkan dapat membantu Roy dan Sofi dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Bagi Roy dan Sofi, hari itu menjadi titik baru dalam perjalanan kehidupan mereka. Dua kalimat syahadat yang diucapkan di Masjid Raya An-Nur bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi menjadi tanda dimulainya perjalanan baru untuk mengenal, memahami, dan menjalankan ajaran Islam dengan penuh keyakinan.

Dengan dukungan keluarga, kerabat, serta bimbingan dari Mualaf Center An-Nur Riau, keduanya diharapkan mampu menjalani kehidupan sebagai muslim dengan istiqomah dan terus memperdalam ilmu agama.

"Terus belajar, jangan berhenti belajar tentang Islam. Jalankan dengan istiqomah," ujar Rubianto memberikan pesan penutup kepada keduanya.