RIAU ONLINE, PEKANBARU – Memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Hingga Rabu, 26 Agustus 2026, sebanyak 177 orang tercatat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sementara satu warga lainnya mengalami pneumonia.
Kondisi tersebut terjadi ketika kualitas udara di Pekanbaru berada pada rentang kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat dalam beberapa hari terakhir.
Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menunjukkan, selain kasus ISPA dan pneumonia, sejumlah warga juga mengalami gangguan kesehatan lain yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap dan buruknya kualitas udara.
"Ada juga yang mengalami konjungtivitis atau mata merah sebanyak tiga orang," ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra, Jumat 28 Agustus 2026.
Tak hanya itu, tercatat tujuh orang mengalami iritasi kulit dan lima orang mengalami asma.
"Ada juga yang mengalami iritasi kulit sebanyak tujuh orang dan asma sebanyak lima orang," ulasnya.
Ardiansyah mengatakan, peningkatan kasus gangguan kesehatan tersebut sejalan dengan memburuknya kualitas udara dalam dua hari terakhir.
"Jumlah kasus ISPA meningkat seiring penurunan kualitas udara selama dua hari belakangan," ujarnya.
Meski jumlah kasus cukup tinggi, sebagian besar pasien masih menjalani perawatan secara rawat jalan. Mereka mendapatkan pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru.
Pemerintah Kota Pekanbaru pun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara masih buruk. Warga diminta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
"Masyarakat juga diimbau mengurangi atau menghindari aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi kualitas udara memburuk," tuturnya.
Imbauan tersebut terutama penting bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, agar risiko dampak kesehatan akibat paparan polusi udara dapat ditekan.
Sementara itu, kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, memburuk drastis pada Jumat pagi. Indeks kualitas udara (AQI) melonjak hingga 460 dan masuk kategori berbahaya.
Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 08.00 WIB, AQI US Pekanbaru tercatat 460. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat polusi udara yang sangat tinggi dan berisiko bagi seluruh masyarakat.
Polutan utama yang terdeteksi adalah PM10 dengan konsentrasi mencapai 568 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

