RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aksi begal kembali terjadi di kawasan Jalan Teropong, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Riau.
Kejahatan jalanan tersebut kembali memicu keresahan warga setelah seorang pengendara menjadi korban percobaan perampasan disertai kekerasan, Rabu, 26 Agustus 2026 malam.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Cipta Karya Ujung atau yang dikenal warga sebagai kawasan Jalan Teropong, sekitar pukul 22.10 WIB.
Korban yang saat itu dalam perjalanan pulang dari rumah temannya tiba-tiba didatangi dua orang tidak dikenal. Para pelaku diduga sengaja membuntuti dan kemudian menyalip korban sebelum melakukan aksi kekerasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sebelumnya baru pulang dari rumah temannya di Jalan Muhajirin, Perumahan Griya Mas. Korban kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumahnya yang berada di kawasan Jalan Teropong.
Namun, saat melintas di lokasi kejadian, korban tiba-tiba disalip oleh dua orang yang tidak dikenalnya. Salah seorang pelaku kemudian diduga memukul pundak korban menggunakan kayu balok.
Pukulan tersebut membuat korban kehilangan kendali hingga terjatuh. Tak berhenti di situ, korban kemudian dicampakkan ke dalam parit oleh para pelaku.
Dalam kondisi tidak berdaya di dalam parit, kedua pelaku kemudian memeriksa kantong celana korban. Mereka diduga mencari barang berharga yang dapat dibawa kabur.
Namun, hasilnya jauh dari harapan pelaku. Dari pemeriksaan tersebut, pelaku hanya menemukan sebungkus rokok dan uang tunai sekitar Rp5.000.
Meski hanya mendapatkan barang dan uang dalam jumlah kecil, pelaku tetap berusaha membawa sepeda motor Yamaha Jupiter milik korban.
Sepeda motor tersebut kemudian dicoba dihidupkan dengan cara diengkol. Namun, kendaraan tersebut tidak berhasil menyala.
Gagal membawa kabur sepeda motor, pelaku akhirnya meninggalkan kendaraan tersebut di dalam parit.
Salah seorang pelaku diduga kembali turun ke dalam parit dan memukul kepala korban menggunakan batu. Akibat hantaman tersebut, korban kehilangan kesadaran.
Korban baru tersadar sekitar pukul 03.00 WIB, Kamis, 27 Agustus 2026 dini hari. Dalam kondisi lemah dan mengalami luka akibat penganiayaan, korban berusaha menyelamatkan diri dengan merangkak keluar dari dalam parit.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung membantu korban. Sepeda motor Yamaha Jupiter milik korban yang sebelumnya ditinggalkan pelaku di dalam parit juga berhasil dievakuasi.
Korban selanjutnya diantar warga menuju rumahnya di kawasan Perumahan Grand Teropong.
Setibanya di rumah, keluarga korban langsung memberikan pertolongan pertama. Kondisi korban bahkan sempat mengalami sesak napas sehingga bajunya harus dikoyak untuk membantu memberikan ruang pernapasan.
Sekitar pukul 07.00 WIB, korban kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut menambah panjang daftar aksi kejahatan jalanan yang terjadi di kawasan Jalan Teropong.
Sebelumnya, aksi begal juga terjadi di kawasan yang sama dan menimpa seorang ibu rumah tangga bernama Desi Supriati (41).
Desi menjadi korban begal pada Senin, 27 Juli 2026 dini hari sekitar pukul 01.26 WIB. Saat itu, Desi sedang mengendarai sepeda motor seorang diri melintasi Jalan Teropong, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani.
Di tengah perjalanan, tiga pelaku yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba memepet kendaraan korban. Para pelaku kemudian mengacungkan senjata tajam kepada korban.
Dalam kondisi panik karena mendapatkan ancaman, Desi berusaha menghindari para pelaku. Namun, upaya tersebut justru membuatnya kehilangan kendali atas sepeda motor.
Korban kemudian terjatuh ke dalam parit di pinggir jalan. Saat korban sudah terjatuh, para pelaku langsung membawa kabur sepeda motor dan telepon genggam milik korban sebelum melarikan diri.
Desi sempat tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi mengalami luka pada bagian kepala dan tubuh akibat terjatuh.
Situasi saat itu juga disebut cukup mencekam. Sejumlah pengendara yang melintas bahkan tidak berani mendekat karena khawatir terhadap keberadaan pelaku.
Beruntung, warga sekitar Jalan Teropong dan Jalan Cipta Karya kemudian datang memberikan pertolongan.
Warga membantu mengevakuasi korban, memberikan pertolongan pertama, hingga memastikan korban memperoleh penanganan medis.
Peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan Desi kehilangan kendaraan dan telepon genggam, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis.
Kini, aksi serupa kembali terjadi hanya berselang sekitar satu bulan dari kasus yang menimpa Desi.
Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan tingkat keamanan di kawasan Jalan Teropong, terutama pada malam hingga dini hari.
Warga berharap kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan yang selama ini menjadi jalur aktivitas masyarakat.
Pasalnya, kejadian berulang tersebut dikhawatirkan membuat pelaku kejahatan semakin leluasa beraksi dan masyarakat merasa tidak aman ketika melintas seorang diri.
Saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut serta langkah kepolisian dalam mengantisipasi aksi begal, Kanitreskrim Polsek Binawidya, Iptu Martin Luther Monte, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan patroli.
“Sudah melakukan patroli,” ujar Iptu Martin Luther Monte.
Meski demikian, berulangnya aksi kejahatan di kawasan tersebut menjadi perhatian tersendiri. Patroli diharapkan tidak hanya dilakukan setelah terjadi tindak pidana, tetapi juga ditingkatkan pada jam-jam rawan, khususnya malam hingga dini hari.
Warga pun berharap aparat dapat segera mengungkap pelaku percobaan begal tersebut. Selain memberikan rasa aman, pengungkapan kasus diharapkan dapat mencegah aksi serupa kembali terjadi di Jalan Teropong dan kawasan sekitarnya.

