RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan mengajak seluruh unsur melakukan pencegahan Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap peran media dalam situasi karhutla.
Ia berharap pemberitaan mengenai karhutla dapat memberikan informasi yang akurat dan berimbang sehingga masyarakat mengetahui bahwa pemerintah bersama seluruh komponen telah bergerak menangani persoalan tersebut.
"Teman-teman media mempunyai peran yang sangat penting untuk menyampaikan agar masyarakat tidak khawatir, agar masyarakat mengetahui bahwa kita semua hadir bersama," ujar Herry, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia menegaskan pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, masyarakat, akademisi, komunitas dan media harus berada dalam satu barisan untuk menghadapi karhutla.
“Kita semua hadir bersama, pemerintah daerah, seluruh komponen masyarakat hadir bersama,” tegasnya.
Herry berharap semangat kolaborasi tersebut tidak berhenti pada rapat koordinasi semata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.
Dengan deteksi dini yang kuat, respons cepat perusahaan, dukungan operasi udara, kesiapsiagaan aparat serta partisipasi masyarakat, ancaman karhutla di Riau diharapkan dapat ditekan dan tidak kembali berkembang menjadi bencana asap yang lebih luas.
Sebelumnya, berdasarkan laporan hingga Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB, kawasan Kerumutan yang sebelumnya menjadi salah satu wilayah dengan kebakaran cukup luas berhasil mencapai kondisi nihil titik panas.
Herry menyebut kondisi tersebut menjadi capaian penting setelah upaya penanganan dilakukan secara terus-menerus selama 28 hari.
“Di Kerumutan, yang awalnya selama 27 hari, hari ini ada hari ke-28, dari 800-an hektare, 900 lebih, hari ini zero, zero titik panas atau hotspot,” ujarnya.
Ia mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari operasi dan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dukungan operasi udara dalam penanganan karhutla.
“Berhasil zero itu berkat peran daripada pasukan udara,” katanya.
Meski demikian, Herry mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum berarti ancaman karhutla di Riau telah berakhir. Berdasarkan pemantauan, masih terdapat titik panas yang muncul di sejumlah wilayah.
Ia menyebut pada pembaruan data berikutnya masih ditemukan titik panas yang langsung ditindaklanjuti dengan operasi pemadaman secara serentak.
“Total keseluruhan Riau hanya ada tiga tersisa. Muncul lagi di siang, ada 79 menurut aplikasi Lancang Kuning, 13 ada di siang, hari ini dilakukan pemadaman secara serentak,” jelasnya.
Selain itu, titik panas juga masih terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir serta kawasan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
“Kemudian ada 17 di Kabupaten Inhil, di Pangkalan Kerinci, jadi berpindah-pindah dari Kerumutan ke Pangkalan Kerinci. Masih ada beberapa hotspot,” tambah Herry.
Kapolda Riau juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah meskipun sejumlah titik karhutla telah berhasil dikendalikan.
Pasalnya, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca panas masih berpotensi terjadi hingga September.

