RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran melanda satu unit rumah petak dan satu unit mobil pikap di kawasan Jalan Mesjid Sirathal Mustakim, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Selasa, 19 Mei 2026, pukul 09.52 WIB.
Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru lantas dikerahkan usai menerima laporan dari seorang warga, Rita.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel dan armada untuk mencegah api meluas ke bangunan lain yang berada cukup dekat dengan titik kebakaran.
"Begitu laporan kami terima, personel langsung bergerak cepat ke lokasi. Prioritas utama kami adalah melakukan pemadaman, melokalisir area yang terbakar, serta memastikan api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar kejadian," ujar Zarman Candra.
Dalam operasi tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru menurunkan peleton BRAMA dengan dukungan personel dari Sektor Barat, Sektor Timur, serta tim rescue. Sejumlah armada dan mobil pemadam kebakaran (MPK) diterjunkan guna mempercepat proses penanganan api.
Petugas tercatat berangkat dari pos pada pukul 09.54 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian, tepatnya pukul 09.59 WIB.
Sesampainya di lokasi, kobaran api terlihat telah membakar sebagian rumah petak dan kendaraan pick up yang berada di area tersebut.
Tim pemadam kemudian langsung melakukan penyemprotan air dari beberapa titik sekaligus untuk menghambat penyebaran api. Proses pemadaman berlangsung cukup intens karena lokasi kebakaran berada di lingkungan padat bangunan. Api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan ruko dan rumah di sekitar lokasi.
"Alhamdulillah api berhasil dikendalikan dengan cepat sehingga bangunan di sisi kiri berupa ruko dan rumah warga di bagian depan dapat diselamatkan. Kondisi di sekitar lokasi cukup rawan karena bangunan saling berdekatan," jelasnya.
Berdasarkan data lapangan, bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 15x20 meter, dengan area terdampak kebakaran mencapai sekitar 8x10 meter.
Petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Dalam proses penanganan tersebut, satu unit peralatan berupa gancu milik MPK 024 dilaporkan mengalami kerusakan saat digunakan di lokasi kejadian.
Zarman Candra turut mengapresiasi kesigapan personel di lapangan yang bekerja maksimal dalam mengendalikan api.
"Ini adalah bentuk komitmen dan kesiapsiagaan personel kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semangat yang selalu kami pegang adalah pantang pulang sebelum padam walaupun nyawa taruhannya," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama memastikan instalasi listrik dan sumber api dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah maupun tempat usaha.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila melihat potensi kebakaran agar dapat segera ditangani sebelum api membesar," tutupnya.
Meski kebakaran sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sementara, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.

