RIAU ONLINE, PEKANBARU – Suasana Pasar Kuliner Malam Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru, yang selama ini dikenal sebagai pusat jajanan dan tempat berkumpul pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), belakangan menjadi sorotan masyarakat.
Hal itu menyusul digelarnya hiburan live music dengan menghadirkan tiga Disc Jockey (DJ) di salah satu lapak usaha di kawasan tersebut, Sabtu 16 Mei 2026 malam. Tiga DJ yang terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki itu tampil di lapak milik Sakuntala Coffee.
Namun di balik ramainya pengunjung kawasan Cut Nyak Dien, muncul berbagai kritik dari masyarakat yang menilai konsep awal kawasan kuliner malam mulai berubah dan dinilai keluar dari tujuan utama pemberdayaan UMKM.
Sejumlah warga menilai keberadaan hiburan DJ di kawasan kuliner malam kurang tepat, terlebih lokasi tersebut berada di pusat Kota Pekanbaru dan berdekatan dengan lingkungan Kantor Gubernur Riau serta Markas Satpol PP Kota Pekanbaru.
“Awalnya tempat ini bagus untuk UMKM dan keluarga yang ingin menikmati kuliner malam. Tapi sekarang konsepnya mulai bergeser seperti hiburan malam,” ujar Monika, salah seorang warga Pekanbaru, Ahad 17 Mei 2026.
Kritik masyarakat tidak hanya tertuju pada hiburan yang ditampilkan, tetapi juga terhadap pengawasan dari pihak terkait. Warga mempertanyakan bagaimana kegiatan tersebut bisa berlangsung di kawasan yang berada dekat dengan pusat pemerintahan.
“Ini lokasinya dekat kantor gubernur dan Satpol PP Pekanbaru. Harusnya ada pengawasan agar konsep kuliner malam tetap sesuai tujuan awal,” katanya.
Monika mengaku khawatir jika konsep hiburan seperti itu terus berkembang, maka identitas kawasan kuliner UMKM akan berubah menjadi tempat hiburan malam yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial.
“Kalau terlalu fokus ke hiburan DJ, nanti orang datang bukan lagi karena kulinernya, tapi karena suasana hiburannya. Akhirnya UMKM malah kehilangan identitas,” ungkapnya.
Masyarakat berharap pemerintah kota dan instansi terkait dapat melakukan evaluasi agar keberadaan kawasan kuliner malam tetap menjadi ruang pemberdayaan UMKM yang nyaman, tertib, dan sesuai dengan fungsi awalnya sebagai pusat kuliner keluarga di Kota Pekanbaru.

