Progres 45 Persen, Brimob Polda Riau Kebut Pembangunan Jembatan di Batang Tuaka

Brimob-bangun-jembatan-di-inhil.jpg
Brimob Polda Riau Kebut Pembangunan Jembatan di Batang Tuaka (Dok. Sat Brimobda Riau)

RIAU ONLINE, INHIL - Upaya percepatan pembangunan infrastruktur terus dilakukan Satgas Darurat Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di wilayah hukum Polres Indragiri Hilir (Inhil). 

Hingga kini, progres pembangunan jembatan yang berlokasi di Dusun Pangkalan Baru, Desa Tasik Raya, Kecamatan Batang Tuaka, telah mencapai 45 persen.

Jembatan yang memiliki panjang 37 meter dan lebar 2,5 meter ini menjadi akses vital bagi masyarakat setempat. Pengerjaan dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Brimob, Samapta, Polairud, serta dukungan dari Polsek Batang Tuaka dan warga sekitar.

Dantim Satgas, Ipda Zus Hendryck Marga Saputra, menjelaskan bahwa proses pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu relatif singkat.

"Kami menargetkan pengerjaan selesai dalam 15 hari, dengan durasi kerja sekitar 8 hingga 9 jam setiap harinya. Saat ini progres sudah mencapai 45 persen dan terus kami kebut," ujar Ipda Zus Hendrik, Minggu, 26 April 2026.

Ia menambahkan, fokus pekerjaan hari ini adalah pada perakitan besi kerangka balok jembatan yang menjadi bagian utama dari struktur konstruksi. Selain itu, tim juga melakukan distribusi material berupa papan dan kayu sebagai penunjang tahap berikutnya.

"Kegiatan hari ini difokuskan pada perakitan besi balok jembatan hingga struktur utama mulai terbentuk. Secara bertahap, kami juga mendistribusikan material agar pekerjaan bisa berjalan tanpa hambatan," jelasnya.

Sebanyak 10 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini. Rinciannya, lima personel Satbrimob Polda Riau dipimpin langsung Ipda Zus Hendryck, tiga personel Ditsamapta Polda Riau, serta dua personel Ditpolairud Polda Riau. 


Mereka bekerja secara terpadu bersama aparat Polsek Batang Tuaka dan masyarakat setempat.

Dalam mendukung keselamatan kerja di lapangan, tim juga dilengkapi dengan lima unit pelampung, mengingat lokasi pembangunan berada di wilayah perairan yang dipengaruhi pasang surut.

Meski berjalan lancar, pengerjaan sempat menghadapi kendala teknis, terutama terkait distribusi material yang dipengaruhi kondisi pasang surut air.

"Kendala utama hari ini adalah keterlambatan bahan karena mengikuti arus pasang surut. Namun hal tersebut masih bisa kami atasi dan tidak mengganggu progres secara signifikan,"  jelas Ipda Zus Hendryck.

Secara keseluruhan, situasi selama pelaksanaan kegiatan tetap aman dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur di wilayah Riau yang mengacu pada Surat Perintah Kapolda Riau Nomor: Sprin/158/I/KEP./2026 tertanggal 27 Januari 2026. 

Program ini juga menjadi tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.

Melalui pembangunan ini, diharapkan akses masyarakat semakin mudah, terutama dalam mendukung aktivitas pendidikan, ekonomi, serta meningkatkan keselamatan dan konektivitas antarwilayah.

"Kami berharap jembatan ini nantinya bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas dan meningkatkan kualitas hidup warga di daerah ini," tutupnya.