Ruko di Jalan Tuanku Tambusai Dilalap Api, Pemadaman Dramatis Hampir 2 Jam

pemadaman-ruko-terbakar-di-nangka2.jpg
Kebakaran ruko di Jalan Tuanku Tambusai padam usai hampir dua jam pemadaman. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran hebat menggegerkan warga di Jalan Tuanku Tambusai, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Senin, 6 April 2026.

Satu unit rumah toko (ruko) tiga lantai dilalap si jago merah. Peristiwa ini memicu kepanikan warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Kobaran api pertama kali terlihat muncul dari lantai dua bangunan. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke bagian dalam ruko, mengeluarkan asap hitam pekat yang membumbung tinggi ke udara. 

Warga yang panik berupaya memberikan pertolongan seadanya, sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Tak lama berselang, Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru tiba di lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam. Petugas langsung berjibaku memadamkan api yang terus berkobar di dalam bangunan. 

Akses yang terbatas serta kondisi api yang sudah membesar membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.


Suasana di lokasi kejadian sempat mencekam. Beberapa warga terlihat berlarian menjauh dari titik api, sementara sebagian lainnya berusaha membantu mengamankan barang-barang di sekitar lokasi.

Bahkan, dalam kepanikan tersebut, dilaporkan ada warga yang nekat melompat dari bangunan untuk menyelamatkan diri.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra melalui petugas di lapangan, Duul Gammar, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, situasi sempat menegangkan akibat kepanikan yang terjadi saat api mulai membesar.

"Tidak ada korban jiwa. Memang sempat ada yang melompat karena panik, namun berhasil selamat," ujar Duul, Selasa, 7 April 2026.

Petugas pemadam akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api setelah hampir dua jam melakukan upaya pemadaman intensif. Proses pendinginan juga dilakukan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala. 

Akibat kebakaran tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai hampir Rp100 juta. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan cukup parah, terutama di lantai dua yang menjadi titik awal munculnya api.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Aparat terkait masih mengumpulkan keterangan dari saksi serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber api.