RIAU ONLINE, PEKANBARU — Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang menghadirkan program Waste Station atau tempat penukaran dan pemilahan sampah sebagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan.
Program tersebut resmi diperkenalkan melalui soft launching oleh Wali Kota Pekanbaru, di kawasan RTH Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ahmad Yani, Jumat, 20 Maret 2026.
Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah baru dalam mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah, dari yang sebelumnya dianggap limbah menjadi sumber nilai ekonomi.
Menurut Sabarudi, program ini merupakan terobosan positif yang tidak hanya berdampak pada kebersihan kota, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ini langkah yang sangat baik. Sampah tidak lagi sekadar dibuang, tetapi bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu 25 Maret 2026.
Ia menilai, konsep pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular seperti ini perlu terus dikembangkan dan diperluas ke berbagai wilayah di Kota Pekanbaru agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Dalam program ini, masyarakat cukup mengunduh aplikasi Rekosistem, kemudian membawa sampah yang telah dipilah ke lokasi Waste Station. Sampah tersebut akan ditimbang dan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan menjadi uang elektronik melalui dompet digital seperti GoPay.
Wali Kota sebelumnya menyebutkan, saat ini Waste Station baru tersedia di satu titik dan ditargetkan bertambah menjadi 10 titik dalam waktu dekat sebagai tempat penyetoran sampah masyarakat.
Selain pengelolaan di tingkat hulu, Pemko Pekanbaru juga tengah melakukan pembenahan di hilir, yakni dengan menata Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar melalui kerja sama dengan pihak swasta untuk mengolah sampah menjadi gas metana.
Politisi senior PKS ini berharap, program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah sekaligus menjadi solusi dalam mengurangi volume sampah di Kota Pekanbaru.
“Kalau ini berjalan konsisten, tidak hanya lingkungan yang bersih, tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkasnya.

