Kejar Zero Stunting, Pemko Pekanbaru Gandeng Dunia Usaha Penuhi Nutrisi Anak

Agung27.jpg
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho (Dok. Pemko Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengintensifkan upaya penanganan stunting melalui berbagai program terpadu serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

Langkah ini dilakukan guna memastikan pemenuhan nutrisi bagi anak-anak yang terindikasi mengalami stunting di Kota Bertuah.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyebutkan sepanjang tahun 2025, pemerintah kota telah berhasil menangani lebih dari 3.000 kasus stunting. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menekan angka stunting secara signifikan pada tahun ini.

“Kita targetkan Pekanbaru bisa zero stunting,” ujar Agung, Jumat 20 Februari 2026.

Menurutnya, percepatan penanganan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Ia menilai keterlibatan dunia usaha sangat diperlukan, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah.


Agung mengungkapkan, pada tahun ini terjadi pengurangan transfer kas daerah dari pemerintah pusat hingga Rp400 miliar. Kondisi tersebut membuat Pemko Pekanbaru harus memperkuat pola kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Dengan keadaan saat ini transfer kas daerah dari pusat berkurang Rp400 miliar, tentu kami mengajak semua pihak untuk berkolaborasi membangun Kota Pekanbaru,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemko Pekanbaru telah membentuk Badan Stunting Pekanbaru dengan menerapkan pola kerja sama melalui program bapak angkat atau bapak asuh bagi anak-anak stunting. Program ini melibatkan pemerintah, masyarakat, serta pelaku usaha dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Melalui Dinas Kesehatan, pendataan anak berisiko stunting dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan camat, lurah, RT, RW, hingga kader posyandu di tingkat masyarakat.

“Setelah didata, data tersebut akan kami sampaikan kepada badan usaha. Nantinya perusahaan bisa bekerja sama dengan posyandu untuk menyalurkan bantuan,” terang Agung.

Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran penanganan stunting mencapai sekitar Rp1,2 juta per anak setiap bulan. Bantuan tersebut diberikan selama tiga bulan sebagai upaya pemulihan kondisi gizi anak agar dapat tumbuh lebih optimal.

Pemko Pekanbaru berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mewujudkan generasi sehat dan berkualitas di masa mendatang.