Perintah Kapolri, Seluruh Polisi Bakal Tes Urine Serentak

Kapolri-Kapolda-riau-di-lanud.jpg
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kamis, 24 Juli 2025. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE - Seluruh jajaran kepolisian di Indonesia akan melaksanakan tes urine secara serentak. Perintah ini dikeluarkan Kapolri Jenderal Sigit Prabowo menyusul masih ditemukannya anggota Polri yang terlibat kasus narkoba.

Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan tes urine dilaksanakan untuk memastikan seluruh personel Polri bersih dari penyalahgunaan narkotika untuk menjaga Integritas.

"Berdasarkan perintah Kapolri, Divpropam Polri dan jajaran akan melaksanakan kegiatan pemeriksaan urine yang akan kami laksanakan di seluruh wilayah atau jajaran Polri secara serentak," kata Trunoyudo dalam keterangannya, Jumat 20 Februari 2026, dikutip dari Liputan6.com.

Trunoyudo menegaskan kebijakan ini merupakan bentuk keseriusan Kapolri memastikan pemberantasan narkoba di internal Polri berjalan optimal. Selain itu, perintah ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai prioritas nasional.

Ia menyebut tes urine akan dilaksanakan dengan melibatkan fungsi pengawasan berlapis dari internal maupun eksternal kepolisian, mulai tingkat Mabes Polri hingga polda dan satuan kewilayahan.


"Pemeriksaan urine tersebut akan melibatkan fungsi pengawas, baik internal maupun eksternal kepolisian, dari level Mabes Polri sampai polda dan jajaran untuk menjaga Integritas," jelasnya.

Ia menegaskan, Polri tidak akan berhenti memerangi narkoba yang dinilai sebagai kejahatan luar biasa dan ancaman serius bagi masa depan bangsa.

“Polri tidak akan berhenti memerangi narkoba sebagai salah satu kejahatan luar biasa yang dapat merusak masa depan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Tes urine serentak ini menjadi bagian dari langkah pengawasan dan pencegahan internal Polri untuk menjaga integritas anggota sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.