Warga Asal Jatim dan Rengat Masuk Islam di Masjid Raya An Nur Riau, Simak Alasannya

Warga-Asal-Jatim-dan-Rengat-Masuk-Islam-di-Masjid-Raya-An-Nur-Riau-Simak-Alasannya.jpg
Dua orang mualaf masuk Islam di Masjid Raya An Nur Provinsi Riau, Pekanbaru, Jumat, 13 Februari 2026. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dua orang mualaf masuk Islam di Masjid Raya An Nur Provinsi Riau, Pekanbaru, Jumat, 13 Februari 2026 usai salat Jumat. Kedua mualaf itu adalah Uyung Purwaningsih asal Trenggalek, Jawa Timur dan Pria asal Rengat, Indragiri Hulu, Riau, Juniman Heriyanto.

Menggunakan pakaian muslim, Purwati dan Juniman duduk di hadapan Pembimbing Mualaf Center An Nur, Ir Rubianto. Sebelum mengucap syahadat, Purwati dan Juniman diminta untuk menjelaskan apa alasannya memeluk agama Islam.

"Saya masuk Islam karena tersentuh melihat kakak dan adik saya yang sudah dulu masuk Islam merasa tenang dan tentram." 

"Melihat hal itu, hati saya merasa ikut terpanggil dan ingin memeluk agama Islam," jelas Purwati kepada Rubianto, Jumat, 13 Februari 2026.

Lanjut Purwati, dirinya masuk Islam karena senang melihat gerakan Salat dan orang muslim berpuasa.

"Kadang saat saya melihat teman-teman berpuasa saya ikut juga. Senang rasanya dan teman saya salat saya ikut. Hal itulah yang membuat saya tertarik memeluk agama Islam," pungkasnya.


Lain halnya dengan Juniman yang masuk Islam karena lantunan lagu islami Nissa Sabyan sangat menyentuh hatinya.

"Saya sering dengar lagu Nissa Sabyan, merdu dan membuat saya tertarik memeluk agama Islam," jelas Juniman.

Selain itu, Juniman masuk Islam juga karena ingin menikah.

"Ada alasan untuk menikah juga," singkatnya.

Mendengar alasan keduanya memeluk agama Islam, Rubianto berpesan untuk tetap berbuat baik kepada kedua orangtua.

"Apapun alasannya dan meski berbeda keyakinan, tetaplah berbuat baik kepada kedua orang tua." 

"Tetap Istiqomah memeluk agama Islam dan jangan karena paksaan. Sehabis ini jangan lupa mandi besar di rumah dengan niat menghilangkan hadas besar karena Allah taala," pungkasnya.

Proses persyahadatan berjalan lancar meski kedua mualaf baru pertama kali mengucapkan dua kalimat syahadat.

Ucapan 'Alhamdulillah dan takbir' menggema di Masjid Raya An Nur Riau setelah keduanya resmi memeluk agama Islam. Keduanya juga mendapatkan bingkisan dari Mualaf Center An Nur Riau berupa perlengkapan salat lengkap.