Kriminalitas di Pekanbaru Bikin Warga Tak Bisa Tidur Nyenyak, Polisi Diminta Patroli

Rumah-warga-dibobol3.jpg
Pintu rumah warga dirusak maling. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aksi kriminalitas yang kian marak di Kota Pekanbaru sejak akhir 2025 hingga awal 2026 telah memicu keresahan mendalam di tengah masyarakat. 

Mereka yang merasa tidak aman lagi di lingkungannya sendiri, bahkan mempertanyakan efektivitas kinerja aparat penegak hukum menyusul rentetan kasus pencurian yang kerap terjadi di malam hari. 

Seperti pembobolan rumah warga Pekanbaru baru-baru ini, yang hingga kini dinilai belum tertangani secara maksimal.

Peristiwa itu terjadi di Gang Kepiting, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, pada Senin, 5 Januari 2026 dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 05.00 WIB. 

Saat pemilik rumah tengah terlelap, pelaku menggondol satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna merah dengan nomor polisi BM 1524 QL, dua unit telepon genggam, serta satu tabung gas elpiji 3 kilogram. 


Menurut informasi yang dihimpun, pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara membobol pintu belakang menggunakan linggis. Pelaku menggasak sejumlah barang berharga milik korban tanpa menimbulkan suara mencurigakan.

Korban menyadari kehilangan barang-barang berharganya saat hendak mengerjakan salat subuh. Selain mengalami kerugian materi, korban mengaku trauma, karena tak menyadari pelaku memasuki rumahnya.

Peristiwa ini bukanlah yang pertama terjadi di kawasan tersebut. Menurut warga setempat, aksi pencongkelan rumah dan pencurian kendaraan bermotor kerap terjadi dalam beberapa bulan terakhir, terutama pada jam-jam rawan menjelang pagi.

"Sudah beberapa kali kejadian serupa di lingkungan sini. Tapi seolah-olah tidak ada efek jera. Pelaku masih bebas beraksi," ungkap salah seorang warga Gang Penyu.

Keresahan warga semakin meningkat karena minimnya patroli rutin di lingkungan permukiman. Warga berharap pihak kepolisian, khususnya Polresta Pekanbaru, dapat lebih serius dan responsif dalam menangani kasus-kasus kriminal yang meresahkan masyarakat.

"Kami berharap polisi lebih sering patroli, terutama malam hingga dini hari. Jangan sampai warga terus jadi korban," ujar warga lainnya.

Maraknya kasus kriminal ini menjadi catatan serius bagi aparat penegak hukum agar kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya saat kejadian terjadi, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan penegakan hukum yang tegas.