Warga Keluhkan Parkir Semrawut di Pasar Buah Sudirman

Warga-Keluhkan-Parkir-Semrawut-di-Pasar-Buah-Sudirman.jpg
Kondisi parkir pasar buah yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Kondisi parkir kendaraan di Pasar Buah yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan.

Parkir kendaraan yang memanfaatkan badan jalan dinilai mengganggu arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

Sejumlah warga mengungkapkan, kemacetan sering terjadi karena kendaraan pengunjung pasar diarahkan untuk parkir tepat di depan Pasar Buah, sehingga mempersempit ruas Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan salah satu jalur utama di Kota Pekanbaru.

“Setiap hari hampir selalu macet, apalagi pagi dan sore. Kendaraan parkir di badan jalan, padahal di dalam pasar ada halaman parkir yang cukup luas,” ujar Rudi, salah seorang pengguna jalan, Sabtu 13 Desember 2025.

Keluhan serupa juga disampaikan pengendara lainnya. Mereka menilai, persoalan ini bukan karena keterbatasan lahan parkir, melainkan akibat pengaturan parkir yang tidak tertib.


Pasalnya, Pasar Buah Jalan Sudirman diketahui memiliki area parkir sendiri, namun tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh pengelola maupun Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru.

Menurut warga, petugas parkir justru mengarahkan pengendara untuk berhenti dan parkir di depan pasar, tepat di sisi jalan utama. Kondisi ini membuat arus kendaraan menyempit dan memicu antrean panjang, khususnya saat aktivitas pasar sedang ramai.

“Petugas parkir malah menyuruh parkir di depan. Kalau semua kendaraan masuk ke halaman parkir, jalan pasti lebih lancar,” katanya. 

Warga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru melalui instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP, dapat segera turun tangan menertibkan pengelolaan parkir di kawasan tersebut.

Penataan parkir dinilai penting demi kenyamanan pengguna jalan dan keselamatan berlalu lintas.

Selain itu, warga juga meminta agar petugas parkir diberi pembinaan dan pengawasan lebih ketat, sehingga tidak lagi mengarahkan kendaraan parkir di badan jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan.

“Jalan Sudirman ini jalan utama. Kalau parkir dibiarkan sembarangan, dampaknya ke banyak orang. Kami harap segera ada penertiban,” pungkas Rudi.