RIAU ONLINE, PEKANBARU - Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Riau menggelar latihan Operasi Aman Nusa I, di Markas Komando (Mako) Satbrimob Polda Riau, Pekanbaru, Sabtu, 1 November 2025.
Latihan ini merupakan bagian dari program strategis Polri dalam memperkuat kesiapan personel menghadapi berbagai situasi kontijensi, seperti bencana alam, konflik sosial, serta gangguan keamanan yang berpotensi mengancam stabilitas wilayah hukum Polda Riau.
Komandan Satuan Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapan Brimob sebagai satuan elite Polri dalam menjaga keamanan di tengah dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang.
"Latihan ini kami gelar untuk mempersiapkan personel menghadapi pelaksanaan Operasi Aman Nusa I, dengan fokus utama pada peningkatan kemampuan penanganan konflik sosial," ujar Kombes Pol Ketut.
"Kemampuan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) terus dilatih secara rutin, termasuk penggunaan perlengkapan khusus seperti tameng, helm, kendaraan taktis, serta gas air mata. Semua ini untuk memastikan setiap personel siap menghadapi situasi di lapangan," tambahnya.
Selain penguasaan teknis dan taktis, latihan juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai profesionalitas, proporsionalitas, dan humanisme dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kombes Pol Ketut menegaskan bahwa setiap langkah yang dilakukan personel Brimob di lapangan harus selalu mengedepankan prinsip dialog dan pencegahan.
"Kami pastikan seluruh kegiatan dan tindakan yang dilakukan oleh Brimob Polda Riau selalu berjalan secara profesional, terukur, dan humanis. Pendekatan dialogis selalu menjadi prioritas utama dalam menangani potensi konflik," tegasnya.
Latihan ini tidak hanya melibatkan personel dari satuan PHH, tetapi juga unsur pendukung lainnya seperti unit Jibom (penjinak bom), SAR, dan unit KBR (Kimia, Biologi, dan Radiologi).
Sinergitas antarsatuan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan operasional Brimob dalam menghadapi berbagai situasi darurat yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Dalam simulasi yang digelar, tampak para personel melakukan berbagai skenario pengendalian massa, pengamanan objek vital, hingga evakuasi korban.
Semua dijalankan secara sistematis sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku di tubuh Polri.
Kombes Pol Ketut menambahkan, latihan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari program pembinaan kemampuan dan mental personel Brimob Polda Riau.
Dengan demikian, setiap anggota dapat bertindak cepat, tepat, dan terkendali dalam menghadapi ancaman di lapangan.
"Melalui latihan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh personel Brimob Polda Riau memiliki kesiapan optimal. Mereka harus sigap, tanggap, dan solid dalam menjaga keamanan masyarakat," pungkasnya.

