RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, secara resmi melepas tim relawan dapur umum yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Brimob Polda Riau.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari program distribusi makanan sehat untuk anak-anak sekolah di wilayah setempat.
Turut mendampingi dalam pelepasan tersebut Kabid Dokkes Polda Riau, Kombes dr Pol Wahono Edhy Prastowo, serta Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa.
Sebanyak 10 relawan yang dikerahkan akan mengelola dapur umum dengan berbagai fasilitas pendukung yang telah disiapkan, mulai dari ruang instalasi makanan, kendaraan distribusi, peralatan memasak, hingga perlengkapan kebersihan dan penunjang lainnya.
Distribusi makanan sehat ini menyasar 566 siswa dari lima sekolah, dengan rincian, TK Kemala Bhayangkari 79 siswa, SDN 99 Pekanbaru ada 165 siswa, SDN 20 Pekanbaru ada 179 siswa, dan SDN 152 Pekanbaru ada 144 siswa
Jarak distribusi dari dapur umum ke sekolah-sekolah penerima manfaat juga terbilang sangat efisien, yakni tidak lebih dari dua menit perjalanan menggunakan kendaraan yang telah disiapkan.
Irjen Herry menyampaikan bahwa seluruh proses penyediaan makanan dilakukan dengan standar tinggi. Mulai dari penerimaan bahan baku, proses pencucian, pengolahan, hingga pengepakan makanan, semua dilakukan di bawah pengawasan ketat dari tim Dokkes dan relawan terlatih.
Prosedur sterilisasi juga diterapkan untuk memastikan tidak ada kontaminasi yang membahayakan.
"Kita ingin memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi anak-anak ini benar-benar sehat, higienis, dan memenuhi standar gizi," ujar Irjen Pol Herry Heryawan, Rabu, 1 Oktober 2025.
Menariknya, proses pengecekan dan monitoring juga dilakukan secara langsung oleh sejumlah tokoh, termasuk pengamat sosial dan politik Rocky Gerung, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut.
"Kita melihat langsung bagaimana proses makanan ini dimasak, dikontrol kebersihannya, sampai tahap akhir pengemasan," katanya.
Irjen Herry menyebut langkah ini sebagai bentuk etika moral dan tanggung jawab dalam memberikan makanan sehat kepada generasi penerus.
"Mobil yang mengantar makanan ini adalah mobil sehat. Jangan sampai, kalau tidak diawasi, mobil ini malah berubah fungsi jadi mobil ambulans karena anak-anak yang keracunan. Maka dari itu, pengawasan harus ketat," tegasnya.
Sebelum makanan dikirimkan ke sekolah, dilakukan proses yang disebut food security check, yakni pengecekan akhir untuk memastikan seluruh makanan yang akan didistribusikan bebas dari potensi basi, kontaminasi, atau kualitas rendah.
"Kita tidak main-main. Ini bukan hanya soal memberi makan, tapi memberi makan yang sehat dan bergizi. Dengan sistem yang kita bangun di SPPG Brimob ini, kita tunjukkan kepada publik bahwa Polri hadir untuk masa depan generasi bangsa," tutup Lulusan Akpol 1996 tersebut.
Diharapkan, langkah ini menjadi contoh dalam membangun sinergi antara institusi negara dan masyarakat dalam memperjuangkan hak dasar anak-anak atas makanan yang sehat dan bergizi.

