Tekan Balap Liar, Drag Bike Polda Riau Jadi Wadah bagi Pembalap Muda

Pemenang-drag-bike-polda-riau.jpg
Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat bersama pemenang Drag Bike Session III. (Dok. Ditlantas Polda Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau kembali menggelar ajang balap resmi bertajuk Drag Bike Session III, Minggu, 7 Seperti 2025.

Ajang balap sepeda motor itu berlangsung di lintasan depan Venue Atletik Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru.

Program yang diinisiasi Ditlantas Polda Riau ini menjadi upaya preventif untuk menekan aksi balap liar dan menjadi wadah untuk mencari serta membina bibit-bibit pembalap muda berbakat dari Provinsi Riau.

Sebanyak 50 pembalap terverifikasi yang tergabung dalam komunitas Joki Bertuah ikut ambil bagian dalam Drag Bike Session III, dengan total 150 starter dari berbagai kelas. 

Dalam sesi final, catatan waktu tercepat diraih oleh pembalap muda Rajas, yang sukses keluar sebagai juara pertama dengan waktu 08.50 detik. 

Disusul oleh Kiki di posisi kedua dengan 08.70 detik, Reza di posisi ketiga (08.98 detik), dan Ikhsan sebagai juara keempat dengan waktu 09.39 detik.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari inovasi kepolisian dalam memberikan ruang aman dan resmi bagi masyarakat yang memiliki minat di dunia balap motor.


"Kegiatan ini adalah langkah berkelanjutan untuk menekan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat."

"Selain itu, kita juga ingin meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga otomotif di tempat yang resmi dan aman," ujar Kombes Taufiq.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga merupakan pendekatan persuasif dari Polisi Lalu Lintas kepada masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mendukung keselamatan berlalu lintas dan menciptakan budaya berkendara yang tertib.

Ia menyebut kegiatan ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70.

"Kita ingin menunjukkan bahwa Polantas tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga hadir dengan pendekatan yang humanis dan membina. Ini adalah salah satu wujud dari transformasi pelayanan kepolisian kepada masyarakat," tambahnya.

Dengan digelarnya Drag Bike Session III, Ditlantas Polda Riau berharap agar masyarakat, terutama generasi muda, bisa lebih sadar dan bijak dalam menyalurkan minat mereka terhadap dunia otomotif. 

Ajang ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, komunitas otomotif, dan masyarakat luas dalam membangun ekosistem otomotif yang sehat di Riau.

"Kami terbuka untuk terus bekerja sama dengan komunitas dan instansi terkait agar kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut secara rutin. Harapan kita, anak-anak muda bisa punya wadah yang positif, berprestasi, dan tentunya tidak melanggar hukum,” tutup Taufiq.