Ratusan Warga di Siak Usir Alat Berat PT TKWL Masuk ke Lahan Konflik saat Tengah Malam

buka-lahan-pakai-ekskavator.jpg
Ilustrasi ekskavator masuk lahan (istimewa)

RIAU ONLINE, SIAK – Ratusan warga mengadang dan memaksa alat berat PT Teguh Karsa Wana Lestari (TKWL) putar balik saat hendak masuk ke lahan HGU yang masih berkonflik dengan masyarakat pada tengah malam. 

Sekitar 200 orang gabungan warga Tuah Indrapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, serta Muara Dua, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis, mengadang alat berat PT TKWL di Dusun Sri Mersing, pada Senin 1 September 2025, sekitar pukul 00.30 WIB.

Alat berat tersebut kemudian dipaksa keluar dari Dusun Sri Mersing dengan kawalan ratusan warga menaiki sepeda motor dan mobil hingga ke jalan Kampung Kemuning Muda. Massa memastikan alat itu tidak kembali masuk pada malam itu.

Perwakilan warga, Ewin, menyesalkan langkah perusahaan yang tetap berusaha masuk ke lahan. Padahal sebelumnya, sudah ada imbauan dari Camat Siak Kecil agar aktivitas dihentikan sementara hingga proses inventarisasi selesai.

“Alat PT TKWL tetap masuk, sawit warga dirusak padahal belum ada penyelesaian. Bahkan perusahaan memasukkan alat ke lahan tengah malam, kuat dugaan untuk menghindari adangan warga seperti sebelumnya,” kata Ewin usai aksi pengusiran.

Ia menegaskan, sudah dua kali perusahaan memasukkan alat berat pada malam hari. 

“Yang pertama kami kecolongan, tidak tahu alat sudah masuk. Kali ini warga tidak terima, alat harus putar balik. Kasihan warga, sawit yang sudah berbuah dirusak perusahaan tanpa tanggung jawab yang jelas,” tambahnya.


Sementara itu, Humas Kebun PT TKWL, Cecep, membenarkan bahwa alat berat diturunkan untuk mengelola lahan HGU seluas 430 hektare di wilayah Bengkalis. Menurutnya, perusahaan memiliki dasar hukum yang sah.

“Soal HGU, bahkan sudah ada putusan dari Pengadilan Negeri Bengkalis. Jadi untuk apa perusahaan ribut dengan warga,” ujarnya.

Terkait imbauan penghentian aktivitas oleh Camat Siak Kecil, Cecep meragukan kebenarannya. 

“Kalau memang ada imbauan, silakan diperiksa keabsahannya,” katanya.

Ia juga menegaskan perusahaan siap menghadapi tuduhan jika dianggap menyerobot lahan.

“Kalau memang warga merasa memiliki lahan tersebut, apa buktinya? Tunjukkan ke kami. Kalau perusahaan dianggap merusak sawit warga, silakan laporkan ke Polisi atau Pemda Bengkalis,” tegasnya.

Mengenai tudingan bahwa alat berat dimasukkan tengah malam untuk menghindari warga, pihak perusahaan membantah. 

“Itu bukan menghindari warga. Posisi alat baru selesai diperbaiki dan tidak berada di kantor kebun PT TKWL. Mungkin saat pengantaran kebetulan sampai ke lokasi tengah malam,” tutupnya.