Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Teluk Nilap, Babinsa: Sudah Hampir Sebulan

Tim-Gabungan-Padamkan-Karhutla-di-Teluk-Nilap-Babinsa-Sudah-Hampir-Sebulan.jpg
Upaya pemadaman karhutla di Teluk Nilap, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Selasa, 5 Agustus 2025. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Kali ini, titik api berada di Kepenghuluan Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babussalam. 

Kebakaran yang terjadi di lahan gambut ini sudah berlangsung hampir satu bulan dan diperkirakan telah melalap lebih dari 50 hektare area yang terdiri dari kebun sawit dan semak belukar (semak).

Babinsa Teluk Nilap, Sertu Frens MS mengatakan bahwa proses pemadaman sangat sulit karena sejumlah faktor alam dan kondisi lahan yang ekstrem.

"Proses pemadaman kita terkendala cuaca panas, angin kencang, dan sumber air yang sangat terbatas. Sudah hampir satu bulan terbakar," ujar Sertu Frens saat ditemui di lokasi, Selasa, 5 Agustus 2025.

Api bahkan mulai merambat mendekati jalan lintas Kubu, yang menjadi jalur utama penghubung antar kecamatan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan gangguan arus lalu lintas dan meningkatnya risiko kebakaran meluas ke permukiman warga.


Kondisi lahan gambut yang kering dan mudah terbakar menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran api. 

Sertu Frens menjelaskan bahwa kedalaman gambut di lokasi mencapai lutut orang dewasa, sehingga bara api bisa tersimpan di bawah permukaan dan sulit dipadamkan secara total.

"Lahan di sini gambutnya dalam, bisa sampai selutut orang dewasa. Sekali terbakar, api cepat membesar dan merambat ke tempat lain,” jelasnya.

Upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan masyarakat setempat. Namun, terbatasnya alat dan medan yang sulit memperlambat penanganan secara maksimal.

Sertu Frens terus mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta segera melapor jika melihat titik api.

"Kami terus pantau dan edukasi masyarakat agar tidak membakar lahan. Ini bisa berbahaya untuk semua," tutup Sertu Frens.

Hingga saat ini, proses pendinginan masih berlangsung dan tim gabungan tengah berusaha mencegah api merambat lebih jauh ke area pemukiman dan fasilitas umum.