Satgas Udara TNI AU Gencar Padamkan Karhutla, Lindungi Riau dari Ancaman Asap

Pedaman-karhutla-dari-udara.jpg
Pemadaman karhutla dari udara (Dok Lanud RSN)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Provinsi Riau. Data terbaru menunjukkan lonjakan drastis jumlah titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten, memicu kekhawatiran akan terulangnya kabut asap.

Kabupaten Rokan Hilir mencatatkan jumlah tertinggi dengan 110 titik api, disusul Rokan Hulu sebanyak 63 titik, Pelalawan 20 titik, serta Siak dan Bengkalis masing-masing 6 titik, dan Kampar 2 titik. 

Beberapa titik api bahkan berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, sehingga meningkatkan risiko polusi lintas batas.

Merespons situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau secara resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla. 

Langkah ini memungkinkan pengerahan sumber daya dan koordinasi lintas lembaga dalam skala yang lebih besar untuk mengatasi kondisi darurat.

"Kami tidak ingin menunggu hingga asap menyebar luas dan mengganggu aktivitas masyarakat serta mencemari udara lintas negara. Penanganan harus cepat dan terukur,” ujar Gubernur Riau, Abdul Wahid, Jumat, 25 Juli 2025.

Menyikapi peningkatan titik api yang signifikan, Satuan Tugas (Satgas) Udara Karhutla yang berada di bawah komando Danlanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, langsung menggerakkan armada udara untuk mempercepat proses pemadaman. 

Pedaman karhutla dari udara2Karhutla di Riau. (Foto: Dok. Lanud RSN) 

Marsma TNI Abdul Haris menegaskan bahwa TNI AU siap memberikan dukungan penuh demi menyelamatkan lingkungan dan warga Riau dari ancaman asap.


"Situasi ini sangat serius. Kami bergerak cepat dan tidak mengenal lelah. Setiap elemen kami, dari pilot hingga teknisi, bekerja dalam satu tekad yang sama melindungi langit Riau dari kabut asap," ujar Marsma Haris.

Saat ini, kekuatan udara Satgas terdiri dari dua helikopter patroli, tiga helikopter water bombing, dan dua pesawat modifikasi cuaca milik BNPB. 

Operasi udara difokuskan pada wilayah yang sulit dijangkau pasukan darat, terutama lahan gambut yang sangat mudah terbakar. 

Dalam waktu dekat, kekuatan udara ini akan ditambah dengan satu pesawat modifikasi cuaca tambahan dan dua helikopter water bombing untuk memperluas cakupan dan mempercepat pemadaman.

Operasi pemadaman dilakukan secara terpadu antara tim udara dan darat. Unsur TNI-Polri, termasuk Polda Riau dan Korem 031/Wira Bima, turut dikerahkan di lapangan. 

Pedaman karhutla dari udara3Pemadaman karhutla dari udara. (Foto: Dok. Lanud RSN)

Tim darat bekerja tanpa henti memadamkan titik api yang berada di area padat vegetasi maupun lahan gambut. Koordinasi intensif antar sektor menjadi kunci utama keberhasilan operasi ini.

“Insya Allah, api akan segera padam,” tegas Marsma TNI Abdul Haris dengan penuh optimisme. 

Ia juga mengapresiasi semangat dan dedikasi seluruh personel, baik di udara maupun di darat, yang menunjukkan pengabdian luar biasa demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Selain berfokus pada pemadaman, Satgas Udara Lanud RSN juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat, terutama di wilayah rawan Karhutla. Sosialisasi tentang bahaya membuka lahan dengan cara dibakar terus dilakukan secara masif.

“Kami ingin masyarakat paham, membakar lahan bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan nyawa dan masa depan anak cucu kita,” tambahnya.

Marsma Haris menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah strategis yang tak kalah penting dari penanganan langsung di lapangan.

"Kami tidak akan mundur. Tugas ini bukan hanya kewajiban, tapi panggilan jiwa. Selama api masih menyala, kami akan terus di udara dan di lapangan,” pungkasnya.