Karhutla Meluas, Pemerintah Pusat Kerahkan Sederet Menteri dan Kapolri ke Riau

menteri-dan-kapolri-di-lanud-rsn.jpg
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo didampingi Gubernur Riau Abdul Wahid dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat meninjau karhutla. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau dan beberapa provinsi lain seperti Kalimantan Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan, membuat sejumlah Menteri dari Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka turun tangan.

Mulai dari Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Menko Polkam Budi Gunawan bersama Polri mengambil langkah cepat dan tegas dalam menangani ancaman kabut asap.

Selain itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa penanganan karhutla di Riau kini memasuki fase darurat dan seluruh instrumen hukum akan diaktifkan.

"Dengan status tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Bapak Gubernur, maka seluruh instrumen penegakan hukum akan segera diaktifkan, baik dari sisi kepolisian maupun unsur komando lainnya,” tegas Menteri Hanif.

Hanif saat satu helikopter dengan Kapolri memantau langsung kondisi karhutla dari udara. Mereka menyaksikan hutan Riau yang terbakar serta memberikan arahan strategis kepada semua unsur penanganan karhutla. 

Ia menginstruksikan agar intensitas penanganan ditingkatkan secara signifikan, terutama melalui operasi water bombing dan teknologi modifikasi cuaca (TMC).

"Dua hal ini sangat penting, mengingat wilayah yang terbakar merupakan kawasan marginal yang semestinya menjadi daerah tangkapan air dan ditumbuhi pohon hijau. Saat ini kondisinya kering dan rawan api," tambah Hanif.


Dari hasil pantauan udara terbaru, ditemukan adanya pergeseran titik api. Untuk itu, koordinasi intensif dilakukan antara KLHK, BNPB, TNI AU, dan pihak terkait. 

Salah satu langkah cepat yang akan diambil adalah pemindahan unit water bombing ke wilayah Rokan Hulu.

"Kami telah berkoordinasi dengan Danlanud dan Kepala BNPB untuk segera menggeser satu unit water bombing yang saat ini standby di lokasi lain, agar segera memperkuat penanganan di Rokan Hulu,” ungkap Hanif.

Sementara itu, di bagian barat wilayah Riau, Kapolri juga telah memerintahkan pelaksanaan upaya preventif dan persuasif, termasuk penyuluhan intensif kepada masyarakat dan pihak swasta.

"Kapolri sudah menggerakkan seluruh elemen, termasuk pagar betis hingga perusahaan-perusahaan swasta di sekitar lokasi kebakaran. Upaya penyuluhan dan preventif sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut," lanjutnya.

Khusus di wilayah Rokan Hilir, meski api di permukaan sudah tidak terlihat, namun masih terdapat asap yang terpantau oleh tim udara. 

Untuk itu, penanganan di wilayah ini tetap menjadi perhatian, termasuk penguatan penutupan kanal-kanal air untuk menghambat penyebaran api melalui gambut bawah tanah.

"Kami terus melakukan langkah-langkah penguatan di lapangan, termasuk menutup kanal-kanal air yang menjadi jalur penyebaran api bawah tanah, tentu semua dilakukan atas izin dan arahan Kapolri,” tutup Menteri Hanif.

Dengan sinergi lintas sektor dan komando langsung dari pusat, diharapkan Karhutla di Riau dapat segera tertangani dan tidak meluas ke wilayah lain. 

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan hutan dan lahan.