RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat pelayanan publik, khususnya dalam sektor lalu lintas dan angkutan.
Hal ini ditegaskan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, saat memimpin apel pasukan Dinas Perhubungan (Dishub) yang digelar di Jalan Sultan Syarif Kasim, Minggu malam 20 Juli 2025.
Dalam arahannya, Wali Kota menyampaikan sejumlah instruksi penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan Dishub di lapangan, terutama dalam mengatur lalu lintas di sekitar fasilitas pendidikan.
“Saya ingin ada personel Dishub yang berjaga di sekitar sekolah. Jadi anak sekolah yang berangkat dan pulang itu bisa terjamin keamanannya. Baik saat menyeberang maupun menunggu jemputan, tolong bantu juga untuk mengurai kemacetan di jam-jam sibuk,” ujar Agung Nugroho.
Selain itu, Agung juga menyoroti minimnya penerangan jalan di beberapa ruas protokol kota yang dinilainya membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Beberapa hari ini kita mendengar ada kasus begal menimpa warga. Ada juga pengendara yang jatuh karena jalan berlubang dan tidak ada lampu penerangan. Saya minta tim di lapangan aktif melakukan pemantauan. Jangan semua hanya saya yang memastikan keadaan, kalau tim tidak jalan, tidak akan ada solusi,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung fenomena ‘Pak Ogah’ yang masih sering ditemui di sejumlah titik U-Turn. Selain menyebabkan kemacetan, keberadaan mereka juga dituding menjadi penyebab tumpukan sampah di beberapa titik jalan.
“Kita capek-capek menjaga kebersihan. Teman-teman dari PU sudah kerja pagi sampai malam bersihkan jalan, tapi mereka malah buang sampah seenaknya. Sampah teh es dan lainnya dibuang di tengah U-Turn,” ungkapnya dengan nada geram.
Ia pun meminta agar kinerja Dishub dioptimalkan, terutama dalam pengawasan terhadap area-area rawan gangguan seperti titik U-Turn.
“Saya minta pengawasan di seluruh titik U-Turn ditingkatkan. Masyarakat sudah banyak mengeluh. Kalau memang tidak bisa bekerja dengan baik, silakan mengundurkan diri,” pungkas Agung Nugroho.

