Kualitas Udara Pekanbaru Senin Pagi Memburuk, Tak Sehat bagi Kelompok Sensitif

Kualitas-Udara-Pekanbaru-Senin-Pagi-Memburuk-Tak-Sehat-bagi-Kelompok-Sensitif.jpg
Pantauan kualitas udara di Pekanbaru, Senin, 21 Juli 2025 pagi. (Tangkapan Layar)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru pagi ini menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, Senin, 21 Juli 2025.

Berdasarkan data dari platform pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) tercatat berada pada angka 105, yang dikategorikan “tidak sehat bagi kelompok sensitif.”

Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 37,3 µg/m³, jauh di atas ambang batas aman menurut standar kesehatan. 

Pada saat yang sama, suhu udara tercatat 26°C dengan kelembaban tinggi sebesar 86%, dan kecepatan angin relatif rendah di angka 4,9 km/jam, yang turut berkontribusi terhadap lambatnya pergerakan dan penyebaran polusi udara di atmosfer.

IQAir juga memprediksi bahwa indeks kualitas udara di Pekanbaru akan tetap berada dalam kategori tidak sehat hingga menjelang siang hari. 


Prakiraan per jam menunjukkan penurunan bertahap dari angka 105 pada pukul 08.00 menjadi 102 pada pukul 09.00, lalu 97 pada pukul 10.00, dan turun ke angka 89 pada pukul 12.00. Meski menurun, angka tersebut masih tergolong kualitas udara yang perlu diwaspadai, terutama oleh masyarakat rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Terkait kondisi ini, IQAir memberikan sejumlah rekomendasi kesehatan, di antaranya:

  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan;

  • Menutup jendela untuk mencegah masuknya udara luar yang tercemar;

  • Menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar, terutama bagi kelompok sensitif;

  • Mengaktifkan alat penyaring udara di dalam ruangan.

Kondisi udara buruk ini diduga berkaitan erat dengan meningkatnya jumlah titik panas di wilayah Riau dan sekitarnya. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah antisipatif untuk mengurangi dampak buruk dari kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.