RIAU ONLINE, PEKANBARU — Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 03 Kota Pekanbaru memulai tahun ajaran baru 2025/2026 dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti oleh 100 siswa dari berbagai daerah di Riau, Senin 14 Juli 2025.
Kegiatan ini dipusatkan sementara di Sentra Abiseka yang berada di Jalan Khayangan, Rumbai menjelang pembangunan gedung sekolah permanen di kawasan perkantoran Tenayan Raya.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho hadir langsung untuk menyemangati para siswa dan orang tua. Dalam sambutannya, ia menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang memberikan akses pendidikan gratis, termasuk fasilitas makan, seragam, dan bahkan renovasi rumah bagi keluarga prasejahtera.
“Program Sekolah Rakyat ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil. Yang terpilih di sini adalah anak-anak istimewa, pilihan Tuhan,” ujar Agung.
Ia menambahkan program ini menjadi solusi dari persoalan sosial yang selama ini terjadi, terutama anak-anak yang terpaksa turun ke jalan karena kondisi ekonomi.
“Di Pekanbaru masih ada anak-anak yang meminta-minta di jalan. Inilah yang ingin diubah oleh Pak Presiden. Anak-anak harus sekolah, mendapatkan haknya, dan hidup dengan layak,” tegasnya.
Sekolah Rakyat bersifat boarding school atau berasrama, di mana setiap siswa akan didampingi oleh wali asrama dan wali asuh. Tujuannya adalah membentuk karakter siswa secara holistik, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi moral dan spiritual.
Dari total 100 siswa, sebanyak 76 berasal dari Kota Pekanbaru, sementara sisanya dari Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kota Dumai. Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas permanen sekolah tersebut akan dimulai tahun ini, dengan anggaran mencapai Rp150 miliar.
“Ini bukan program seremonial, tapi program nyata yang langsung dirasakan rakyat. Ke depan, tidak hanya ada Sekolah Rakyat, tapi juga Koperasi Merah Putih sebagai penguatan ekonomi masyarakat,” jelas Agung.
Ia pun mengajak para orang tua untuk mendukung program ini sepenuh hati.
“Bapak ibu jangan mengeluh, justru harus bersyukur dan bangga. Kita doakan Pak Prabowo sehat dan istiqamah dalam memperjuangkan rakyat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Sentra Abiseka, Hadi Haryanto menjelaskan program ini sudah berjalan sejak Maret 2025, menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2, yakni kelompok ekonomi terbawah.
“Selain fasilitas pendidikan, anak-anak juga mendapat pembinaan mental dan karakter secara intensif. Ini adalah ikhtiar bersama agar mereka tumbuh menjadi generasi kuat dan tangguh,” ungkap Hadi.

