Sebelum Jadi Kapolda, Irjen Herry Akui Pandang Riau Sebagai Penghasil Asap

Kapolda-di-Unilak6.jpg
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam acara bertajuk Green Action Penanaman Pohon di Unilak, Senin 7 Juli 2025. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengungkapkan bahwa dirinya pernah memandang Riau secara negatif sebagai “provinsi penghasil asap” sebelum ditugaskan memimpin Polda Riau pada 2025.

"Sebelum saya datang ke sini, saya mohon maaf, memiliki stigma yang negatif ke Riau, sebagai salah satu Provinsi penghasil asap," ujar Irjen Herry kepada mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak), Senin, 7 Juli 2025.

Menurutnya, stigma tersebut muncul karena catatan buruk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau yang pernah mencapai titik parah, terutama pada 2014 dan 2016. Saat itu, kabut asap pekat membuat jalur transportasi terganggu dan ratusan anak-anak menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Kita tentunya tidak mau kembali ke tahun 2014 dan 2016. Pada tahun itu, Riau dikepung asap dan bahkan mau berangkat ke Jakarta harus nyebrang berangkat ke Tanjung Buton ke mana ke Batam lalu dari Batam naik pesawat atau ke Medan atau ke Padang," terangnya.

Irjen Herry menegaskan komitmennya untuk membalik stigma tersebut. Ia mengajak semua pihak, terutama kalangan muda, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan melalui aksi nyata, seperti menanam pohon dan menjaga hutan.


Ia meyakini semua pihak dapat membuat karakter yang baik dan mengubah stigma negatif serta bisa menitipkan alam lingkungan kepada generasi penerus di masa yang akan datang.

"Saya mengajak kita semua untuk bisa membuat komitmen bersama agar kita bisa merubah stigma itu dengan cara melakukan kebiasaan-kebiasaan baik dengan melakukan penanaman pohon dan kecintaan terhadap lingkungan," jelas Herry.

Dalam acara bertajuk Green Action Penanaman Pohon itu, sebanyak 300 bibit pohon ditanam di kawasan kampus Unilak, melibatkan mahasiswa, dosen, dan mitra seperti PLN serta jajaran Polda Riau.

Menurutnya, menanam pohon bukan saja melakukan kegiatan-kegiatan simbolis, tetapi banyak makna yang ada termasuk makna filosofis menanam pohon berarti upaya kepedulian kita harapan dan keberlanjutan hidup.

"Sebatang pohon saja yang kita tanam itu bisa mengandung memiliki dan mendapatkan hasil yang cukup banyak dengan mendapatkan Oksigen untuk bernafas bisa memberikan kerindangan dan juga menjaga ekosistem dan keseimbangan alam," pungkasnya.