Aktual, Independen dan Terpercaya


Ibu, Jangan Lupa Sering Bersihkan Puting Susu Ya

bra-wanita.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE - Anda lagi hamil tua atau sedang menyusui anak? Kalau iya, alangkah baiknya Anda harus menjaga kebersihan puting susu dari kotoran yang menempel. 

 

Kotoran tersebut menempel di permukaan puting akan menumpuk dan dampaknya menghambat keluarnya air susu ibu (ASI) saat menyapihkannya ke anak tercinta. 

 

Lalu apa yang harus dilakukan oleh ibu agar menjaga puting susunya tetap bersih? Berikut cara yang disampaikan oleh 
dr. Dyah Novita Anggraini, Anggota Redaksi Medis Kedokteran Umum KlikDokter.com, kepada Anda: 

 

Baca Juga: Waspadalah, Deodoran Meningkatkan Resiko Kanker Payudara

 

1. Sejak masa kehamilan, Anda sudah mulai disarankan untuk membersikan area puting Anda

Pasalnya, pada trimester ketiga biasanya ASI mulai keluar dan terkadang mengering, sehingga menyebabkan kerak di sekitar puting. Mengatasinya, Anda dapat mengoleskan minyak di puting bertujuan melunakkan kerak tersebut. Usai itu, bersihkan dan bilas dengan air hangat.

 

2. Saat masa menyusui, bersihkan payudara dengan air mengalir saat mandi

Anda tidak perlu membersihkan payudara atau puting dengan cara khusus sebelum atau setelah menyusui bayi Anda.

 

3. Saat membersihkan puting susu hindari penggunaan sabun atau disinfektan dapat membuat kering daerah sekitar puting, serta menghilangkan minyak alami dihasilkan kelenjar Montgomery.

Kelenjar Montgomery merupakan kelenjar lemak di daerah sekitar puting payudara. Kelenjar ini menghasilkan sekreta berminyak (cairan lipoid) untuk melubrikasi maupun melindungi puting dan daerah sekitarnya dari kekeringan ataupun bakteri yang dapat menginfeksi.

 

Klik Juga: Laki-laki Idap Kanker Payudara?

 

4. Jika kulit di sekitar puting dan payudara Anda sangat kering atau terluka, Anda dapat menggunakan salep berbahan lanolin.

 

5. Gunakan bra yang terbuat dari bahan katun sehingga kulit di payudara Anda dapat “bernapas”.

 

6. Hindari penggunaan bahan yang terbuat dari plastik sebagai bahan penyerap ASI.

 

7. Segera ganti bahan penyerap ASI apabila sudah basah untuk mencegah pertumbuhan bakteri di area puting.

 

Dengan rutin merawat puting Anda sejak masa kehamilan hingga masa menyusui maka proses menyusui akan berjalan dengan lancar, dan ASI yang diproduksi juga akan semakin banyak.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline