Dinkes Akui Stok Oksigen di Posko Kesehatan Berkurang

Tagana-Pasang-Kasur-di-LAM-RIau.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/FAKHRURRODZI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril, mengakui pasokan oksigen di berbagai Posko Kesehatan di Pekanbaru serta beberapa kota di Riau, berkurang. Kekurangan ini dikeluhkan warga yang mengaku tak dapatkan oksigen ketika mencari ke posko-posko yang ada. 

 

"Memang kita akui Dinas Kesehatan ada kekurangan persediaan oksigen di posko-posko. Baik untuk di kabupaten maupun kota. Cuma kita belum tahu pasti berapa jumlah kekurangannya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril kepada RIAUONLINE.CO.ID di kantornya, Jumat (23/10/2015). (Baca Juga: (Video) Dua Pekan Pepesan Kosong Janji Jokowi

 

Rencananya Jumat sore ini, tutur Andra, akan mengumpulkan stafnya untuk mengetahui jumlah kekurangan tabung oksigen yang harus dipenuhi. 

 

"Sore ini saya akan kumpulkan anggota saya dan akan saya hubungi kepala dinas kabupaten/kota untuk merinci langsung berapa kekurangan tabung oksigen harus kita tutupi," ujar lelaki kelahiran Surabaya, 47 tahun lalu ini. (Klik Juga: (Video) Lagi Soal Asap. Bule Ini Marahi Presiden Jokowi

 

Sebelumnya, kelompok masyarakat yang tergabung dalam Front Rakyat Riau Bebas Asap gelar aksi di depan kantor Dinas Kesehatan Provinsi Riau, jalan Cut Nyak Dien, Jumat pagi.

 

Pius juga menuding pemerintah tak pernah memberikan layanan kesehatan yang baik bagi masyarakat. Pius menganggap ada sikap pilih kasih pemerintah bagi masyarakat yang menikmati layanan kesehatan secara gratis. 

 

"Mentang-mentang kita dapat pengobatan gratis, pelayanan yang diberikan tak beres. Obat diberikan cuma obat demam, flu atau multivitamin. Yang kita butuhkan itu oksigen yang bersih bukan obat-obatan itu," teriak Pius. (Lihat Juga: Riau Berasap, LAM: Kita Seperti tak Punya Presiden)

 

Mahasiswa Hukum Universitas Islam Riau ini melanjutkan, "Peralatan yang diberikan juga bekas. Tak steril. Selang oksigen yang dipakai dan dihirup itu dipakai bersama tanpa diganti ataupun dibersihkan dahulu. Bagaimana jika salah satu orang sudah terkena penyakit menular misalnya TBC, bukannya ini makin memperburuk keadaan saja," kata Pius. 

 

Front ini menuntut Dinas Kesehatan Riau untuk melakukan perbaikan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang terdampak asap ini. "Jangan perlakukan masyarakat kecil yang tak punya uang cukup itu dengan sebelah mata saja," ucap Halim.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline