ÔĽŅ

(Video) Lagi Soal Asap, Bule Ini Marahi Presiden Jokowi

Bule-Ini-Marah-dan-Kirim-Pesan-ke-Jokowi.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/YOLA RISTANIA VIDIANI)

RIAU ONLINE - Asap menyelimuti wilayah sumatera dan Kalimantan, bahkan menyeberang ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, membuat pihak asing memberikan bantuan untuk Indonesia.

 

Selain itu, tak jarang ada pula berkomentar turut bersedih atas kelalaian perusahaan dan manusia yang meninpa Indonesia. Seperti disampaikan Chaanee, bule sengaja menyampaikan pesannya untuk Presiden RI Joko Widodo melalui video 3 menit. (Baca Juga: Riau Berasap, LAM: Kita Seperti Kita Tak Punya Presiden) 

 

Chanee datang dari Eropa dan telah menetap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ia bangga telah mendapatkan kewarganegaraan Indonesia selama 3 tahun, karena ia sangat mencintai nusantara.

 

Bule ini meminta izin kepada Jokowi menyampaikan kemarahannya. Ia marah bukan karena memiliki infeksi pernapasan, bukan hanya ribuan orang kesulitan bernapas, atau banyak dari mereka menangis serta berdoa untuk mendapatkan matahari.

 

Chanee juga tidak marah karena hutan di Kalimantan dihancurkan, namun ia marah karena penyebab semua penderitaan tersebut adalah industri kelapa sawit. (Klik Juga: (Video) Dua Pekan Pepesan Kosong Janji Jokowi) 

 

Keputusan dari kedua pemerintah,  sebelumnya dan pemerintahan Jokowi kini, tutuenya, merupakan akar dari masalah yang terjadi setiap tahun, bahkan diperparah lagi dengan El Nino.

 
VIDEO: Pesan saya kepada Yth Presiden RI ("Saya Marah") 21/10/...

VIDEO: Pesan Chanee kepada Yth Presiden RI ("Saya Marah") 21/10/2015 silakan LIKE and SHARE #MelawanAsap #BanyakAsap #StopPembakaranLahan #KamiTidakDiam #SaveRiau #SaveJambi #SaveSumsel #SavePalangkaRaya #KamiJugaIndonesia #RiauBerdukaMessage from the Director of Kalaweit, to the Indonesian President, Joko WidodoMy name is Chanee, I come from Europe, but I have lived in Kalimantain for 17 years , in the central province of Palangkaraya.I'm proud to have obtained Indonesian nationality 3 years ago, because I really love Indonesia.But Mr President, allow me to convey to you today my anger.I'm not angry just because my son has a respiratory infection, like hundreds of other children. I'm not angry just because thousands of people have difficulty in breathing, or because they cry and pray to be able to see the sun. I'm not angry just because the forest in Kalimantan is in the process of being destroyed.Mr President, I'm angry because all of this suffering exists because of the palm oil industry. The decisions of both the previous governments and the current government, are at the root of this problem, which occurs every year, and today is even further aggravated by El Nino.Earlier in June I had identified, from the sky, dozens of fires, burning in peat swamps to allow the expansion of palm plantations. At that time, before the smoke haze made headlines, these fires could still be extinguished.But this didn't happen. The helicopter water-bomber arrived 2 months later. The teams on the ground can do little once the fires have spread, especially as they burn in peat.The owners of the land in which fires occur will not be punished.It's not me who'll teach you, Mr President, that corruption, nepotism, and intimidation, are common to support the expansion of palm plantations.When you have, Mr President, made the decision to create new channels in the central province of Kalimantan, you have simply aggravated the situation even further. These channels will drain water from the forest, creating even drier conditions to exacerbate and accelerate the next fires.Mr President, I'm angry, not simply as an activist for the environment, but also as a father, husband, and someone who really loves Indonesia.Slowly, the leaders of these fires steal our health.Is this what you want Mr President? For the Palm Oil Industry?

Posted by Pekanbaru, Riau on 21 Oktober 2015

Sebelumnya, bulan Juni, ia telah mengidentifikasi puluhan kebakaran, terbakar di lahan gambut untuk memperluas perkebunan kelapa sawit.

 

Saat itu, sebelum kabut asap menjadi berita besar, kata Chanee,  kebakaran masih bisa dipadamkan. Tapi itu semua tidak dilakukan, sebab helikopter air bomber tiba dua bulan kemudian. (Lihat Juga: Ada-ada Saja. Lain Ditanya Lain Dijawab Jokowi) 

 

Chanee menjelaskan, para pemilik konsesi dan perkebunan yang lokasinya terbakar, tidak akan dihukum. Bukannya ia ingin mengajarkan Jokowi, korupsi, nepotisme, dan intimidasi mendukung ekspansi perkebunan kelapa sawit.

 

Jika Presiden membuat keputusan untuk membuat saluran baru di Kalimatan, kritiknya, Anda memperburuk situasi lebih buruk lagi. Saluran ini, ujarnya, akan mengalirkan air dari hutan, menciptakan kondisi lebih kering bahkan memperburuk dan mempercepat kebakaran berikutnya.

 

Untuk Bapak Presiden ia menyampaikan kemarahannya tidak hanya sebagai aktivis lingkungan tetapi juga sebgai seorang ayah, suami dan seseorang yagn benar-benar mencintai Indonesia. (Baca: Kembali, Jokowi Berjanji 2 Pekan Api Padam) 

 

Perlahan-lahan, ujar Chanee para pemimpin dari kebakaran ini mencuri kesehatan kita. dan ia mengajukan pertanyaan "Apakah ini yang Anda inginkan Pak Presiden? Untuk Industri kelapa Sawit?"

 

 
Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline