Kenali Sakit Kepala Anda Sebelum Terlambat

kepala-sakit.jpg
(INTERNET)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Setiap orang pasti pernah merasakan sakit kepala, bahkan pasti merasakannya. banyak hal yang dapat menjadi pemicu sakit kepala mulai dari stres, marah sampai penyakit yang berhubungan langsung dengan fisik. Oleh karena itu, sulit untuk membedakan sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi fisik dan kondisi psikis.  (KLIK: 10 Gelas Air Putih Untuk Membakar Kalori)

 

Sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi psikis dapat diatas dengan meminum obat yang mengandung analgesik untuk meredakan rasa sakit tersebut.

 

Namun, lain halnya jika sakit kepala yang anda rasakan merupakan sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi fisik. Sakit kepala seperti ini wajib untuk diperiksa ke dokter agar dapat mengobati sumbernya dan bukan menekan rasa sakitnya. (BACA: Inilah Bahaya Keseringan Nonton TV)

 

Rasa sakit kepala dapt menjadi tanda awal dari penyakit berbahaya yang berakibat fatal apabila mendapatkan penanganan yang terlambat, karena itu ada baiknya untuk memeriksakan ke dokter apabila merasakan nyeri kepala seperti ini.

 

Nyeri kepala yang luar biasa hebatnya dan mendadak.
Nyeri kepala bertambah berat secara cepat.
Nyeri kepala disertai penurunan kemampuan konsentrasi dan berpikir.
Terjadi penurunan kesadaran.
Terjadi perubahan dalam kemampuan berbicara.
Mengalami kelemahan atau kesulitan berjalan, disertai gangguan penglihatan.
Leher atau tengkuk terasa kaku atau nyeri.
Nyeri disertai keluhan pusing berputar, seperti ruangan terbalik, atau rasa akan jatuh ke satu sisi.
Nyeri kepala terjadi setelah benturan kepala.
Nyeri kepala disertai demam (suhu lebih dari 38°C).

 

Hal-hal di atas dapat membantu anda membedakan sakit kepala ringan dan sekit kepala yang berat. Jika sakit kepala yang anda rasakan tidak hilang dalam waktu 24 jam, sebaiknya periksakan ke dokter.

 

Kebanyakan nyeri yang dirasakan saaat sakit kepala merupakan sakit kepala yang ringan, namun tidak ada salahnya jika anda tetap melakukan pemeriksaan sebagai pencegahan karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati.

Sumber: klikdokter.com