Awas! Delapan Penyakit Ini Mengintai Penikmat Makanan Manis

Makanan-Manis.jpg
(SUARA.COM)

RIAU ONLINE - Donat, keik, cokelat, milkshake adalah beberapa daftar makanan manis yang tentu menjadi kesukaan sebagian besar dari Anda, bahkan mendengar namanya saja sudah membuat air liur menetes.

Namun ternyata tak hanya itu, beberapa makanan yang kita anggap sehat juga sudah mengandung banyak gula seperti jus dan sebagian buah-buahan. Dan, perlu diketahui menyantap makanan manis selama ini dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan dan kerusakan gigi.

Selain itu, ada sederet penyakit lain yang mengintai Anda bila gemar menyantap makanan manis, apa saja? Yuk, simak delapan penyakit yang mengintai penggemar makanan manis dilansir laman Suara, Jumat 30 Maret 2019.

1. Penyakit Jantung

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Universitas Harvard menyatakan bahwa, orang dewasa yang sehari-hari mengonsumsi makanan manis setidaknya 25 persen dari batas kalori harian, lebih berisiko mengidap penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi makanan manis setiap hari.

2. Demensia

Penelitian lain yang dilakukan oleh University of Bath pada tahun 2017 menunjukkan ada hubungan langsung antara mengonsumsi makanan manis setiap hari dengan risiko mengidap demensia alzheimer atau kepikunan. Pasalnya, gula mengandung enzim yang dapat menyebabkan pembentukan protein abnormal di otak, selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan penyakit seperti demensia.

3. Obesitas

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis setiap hari, maka, dapat menyebabkan obesitas. Obesitas sendiri menjadi faktor risiko dari beragam penyakit lainnya seperti diabetes, penyakit jantung, kolesterol, hingga depresi.

4. Gangguan Pencernaan

Mengonsumsi makanan manis terlalu sering juga dapat memperburuk kesehatan usus Anda. Enzim yang ditemukan dalam gula dapat membunuh bakteri baik yang ada di lapisan usus besar sehingga menyebabkan penyakit seperti maag, sembelit, kembung, rasa lapar berlebihan hingga penyakit berbahaya seperti kanker usus besar.

5. Kerusakan Hati

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan manis berlebihan turut mempengaruhi kesehatan hati. Alasannya molekul gula perlu diproses di hati selama proses pencernaan. Molekul gula ini tergolong sulit dipecah oleh hati sehingga membuat hati bekerja lebih keras dan menyebabkan kerusakan hati.

6. Penuaan Dini

Tanda-tanda penuaan seperti keriput, rambut beruban, metabolisme yang melambat, melemahnya sistem kekebalan tubuh, kelelahan dapat dipengaruhi oleh konsumsi gula berlebihan. Makanan manis dapat menyebabkan sel-sel menua lebih cepat sehingga menyebabkan penuaan dini.

7. Kanker

Penelitian lain yang dilakukan di University of Texas, di Dallas, menemukan hubungan langsung antara konsumsi makanan tinggi gula dengan risiko terjadinya kanker. Studi ini menyebut, molekul gula dapat memberi makan sel kanker sehingga membuat mereka berkembang biak pada tingkat yang lebih cepat.

8. Depresi

Studi yang dilakukan Pusat Medis Universitas Kolombia, menyatakan bahwa mengonsumsi banyak makanan manis setiap hari dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit mental, seperti depresi. Jumlah gula yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan fluktuasi bahan kimia otak seperti serotonin dan dopamine, yang dapat menyebabkan depresi dan juga kecemasan.(2)

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id