ÔĽŅ

Rossi Sukses Hancurkan Citra Positif Honda

Valentino-Rossi-di-Paddock.jpg
(FANPAGE FACEBOOK/VALENTINO ROSSI)

RIAU ONLINE - Walau gagal menjadi kampiun pada MotoGP 2015, pebalap Movistar Yamaha asal Italia, Valentino Rossi, ternyata mampu sukses menghancurkan dan meremukkan persepsi positif publik terhadap Tim Repsol Honda. 

 

Dilansir dari Reputation Manager, tak kurang dari 89 persen publik mengklaim Honda punya citra negatif usai Rossi menuding Marc Marquez dan Dani Pedrosa sengaja membantu Jorge Lorenzo jadi juara dunia MotoGP 2015. (Baca Juga: Benarkah Pendukung Rossi Ludahi Lorenzo dan Pedrosa) 

 

Reputation Manager merupakan sebuah lembaga survei ternama. Dari survei mereka lakukan, Valentino Rossi sukses membuat jatuh reputasi Honda di mata publik setelah terlibat insiden dengan pembalapnya Marc Marquez di seri balap MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia. Ini sudah mereka simpulkan sejak Oktober hingga seri balap di Valencia berakhir.

 

"Tudingan dibuat Valentino Rossi terhadap Marc Marquez punya dampak sangat negatif, tidak hanya untuk pebalap Spanyol, tetapi juga Honda. Jika hingga Oktober 2015, reputasi online melihat persepsi baik (dengan 87 persen positif), usai ajang balap di Valencia merek tersebut telah jadi target dari komentar negatif, tuduhan, dan permohonan pemboikotan," kata Reputation Manager dalam rilisnya dimuat di situs Insella.it.

 

Sebagai informasi tambahan, insiden 'Sepang Clash' melibatkan Rossi vs Marquez bahkan membuat hubungan dua negara, Italia dan Spanyol memanas. (Klik Juga: Bos Honda Ini Puji dan Sanjung Rossi) 

 

Masing-masing masyarakat pendukung kedua pembalap beda generasi itu saling hujat di media sosial meski Dorna dan FIM telah mengambil keputusan yakni menghukum The Doctor.

 

CEO Reputation Manager, Andrea Barchiesi, menjelaskan, jika penelitian tersebut, bahkan dampak insiden Rossi vs Marquez baru sebagian kecilnya saja.

 

"Apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir hanya mewakili 0,6 persen dari total isi jaringan terkait dengan Honda. Namun pembalikan sentimen itu menunjukkan dengan jelas bahwa bagaimana peristiwa dalam beberapa jam berdampak negatif pada reputasi yang sudah solid," kata Barchiesi. 

 

Data yang dirilis oleh Reputation Manager tersebut paling banyak diperoleh via media sosial dengan persentase 84,6 persen. Media sosial seperti Facebook pun jadi tempat di mana Marquez dan Honda paling sering di-bully. (Lihat Juga: Murid Rossi Ini Balaskan Dendam Gurunya) 

 

"Saya tak akan membeli Honda sampai dia menjadi salah satu pembalapnya (Yamaha)," tutur Barchiesi mengibaratkan salah satu komentar yang menjatuhkan reputasi Honda.

 

Simak berita MotoGp lainnya dengan klik di sini.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline