RIAU ONLINE - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di perguruan tinggi, agar semakin berdampak bagi masyarakat, industri, dan kebudayaan nasional.
Hal ini dilakukan melalui penandatanganan kontrak Program Transformasi Teknologi dan Inovasi (PTTI) serta Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun Anggaran 2025.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Fauzan Adziman menuturkan, hal ini sebagai wujud upaya hilirisasi produk teknologi dan seni dari perguruan tinggi.
"Setiap program diharapkan mampu melahirkan dampak nyata: teknologi yang meningkatkan kesejahteraan, serta seni yang memperkuat identitas dan daya saing bangsa," kata Fauzan, dikutip dari ANTARA, Selasa, 7 Oktober 2025.
Fauzan menegaskan riset dan inovasi yang dapat didiseminasikan dalam bentuk publikasi ilmiah juga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menjelaskan Program PTTI dirancang untuk menjembatani hasil penelitian kampus dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
"Tahun 2025, sebanyak 46 proposal dari 33 perguruan tinggi memperoleh pendanaan senilai Rp6,04 miliar yang difokuskan pada tiga bidang utama: ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi kreatif," ungkapnya.
Di samping itu, Fauzan juga memaparkan PISN hadir untuk memperkokoh identitas budaya dan daya saing bangsa melalui inovasi seni di tengah arus globalisasi.
Ia menyebut sebanyak 242 proposal dari 96 perguruan tinggi mendapatkan pendanaan sebesar Rp16,8 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari perguruan tinggi seni dan budaya.
Untuk menjamin keberhasilan kedua program ini, Fauzan menekankan pihaknya pentingnya akuntabilitas dan transparansi.
Ia menegaskan seluruh kegiatan PTTI dan PISN wajib mematuhi mekanisme monitoring dan evaluasi sehingga setiap penggunaan anggaran benar-benar berdampak nyata di lapangan.
"Mari kita jaga komitmen, integritas, dan akuntabilitas dalam melaksanakan kedua program ini, sehingga setiap rupiah yang diamanahkan negara benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan bangsa," kata Fauzan Adziman.
Diketahui, komitmen pemerintah dalam peningkatan hilirisasi produk teknologi dan seni dari perguruan tinggi juga diperkuat peningkatan anggaran Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) pada tahun 2025.
Dukungan pendanaan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dengan skema fleksibel yang memungkinkan program multi-tahun dan kolaborasi lintas sektor. (ANTARA)

