Dua Universitas di Jepang Dukung Restorasi Gambut Riau

Sekat-Kanal-di-Sungai-Tohor.jpg
KETUA Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri) Arsyadjuliandi Rachman dan Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, saat meninjau sekat kanal (blocking canal) yang dibangun di Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Riau, Selasa, 12 April 2016. (HUMAS PEMRPROV RIAU UNTUK RIAUONLINE.CO.ID)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan dua universitas dari Jepang, Kyoto University dan National Institues for The Humanities (NIHU) mendukung program restorasi gambut yang dilakukan di Riau.

 

Andi Rachman ini menuturkan lahan Riau didominasi gambut dengan luas areal 5,7 juta hektare atau 60% dari total seluruh luas daratan Riau.

 

"Kemarin kita ke Jepang dan di sana mendapat dukungan dari dua universitas di Jepang. Dukungan mereka berupa segala yang bisa diberikan. Nanti akan melakukan pembicaraan lebih lanjut," tutur Andi, Kamis (28/4/2016). (KLIK: Pengemplangan Pajak Kendaraan di Riau Capai Miliaran Rupiah)


 

Atas dukungan tersebut, Andi mengatakan Pemprov Riau akan menindaklanjuti kerjasama ini secara serius.

 

Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan daerah fokus dalam proyek restorasi lahan gambut di Provinsi Riau. "Di sana, pemerintah akan membentuk laboratorium internasional restorasi rawa gambut tropis yang pertama dan satu-satunya di dunia," paparnya. (BACA: Pemprov Riau Minta Pemkab Kawal Penuh Dana Desa)

 

Andi Rachman mengatakan laboratorium di Kepulauan Meranti akan dijadikan sebagai pusat unggulan penelitian aksi restorasi gambut. Pemprov Riau akan menjaga, memperbaiki serta mengelola lahan gambut di Provinsi Riau sehingga dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

 

"Di lain sisi lahan gambut juga berpotensi untuk menguntungkan secara ekonomis bila dimanfaatkan secara benar," tandas Andi.