RIAU ONLINE, PEKANBARU – Hampir dua bulan sejak jembatan di Jalan Nelayan Ujung, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, amblas, pembangunan jembatan darurat belum juga rampung.
Kondisi itu menuai sorotan Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, yang turun langsung ke lokasi dan mendesak agar pekerjaan segera dituntaskan dalam waktu tiga hari demi menjamin keselamatan masyarakat.
Menurut Zulkardi, lambannya penyelesaian pembangunan jembatan telah menyulitkan aktivitas warga. Bahkan, pengendara sepeda motor masih harus turun dari kendaraan saat melintasi jembatan darurat karena kondisinya belum sepenuhnya aman.
"Hampir dua bulan jembatan ini belum juga selesai. Hari ini saya turun langsung untuk memastikan pembangunan jembatan darurat di Jalan Nelayan, Rumbai, segera dituntaskan," kata Zulkardi, Rabu 22 Juli 2026.
Politisi PDI Perjuangan itu mengaku telah meminta pihak terkait mempercepat proses pengerjaan. Ia menargetkan pembangunan jembatan darurat dapat diselesaikan paling lambat dalam tiga hari ke depan agar masyarakat kembali dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
"Saya menekankan kepada pihak terkait agar pekerjaan ini selesai dalam waktu tiga hari ke depan, sehingga masyarakat tidak lagi harus turun dari sepeda motor saat melintasi jembatan. Kondisi seperti ini sangat membahayakan keselamatan warga dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut," tegasnya.
Zulkardi menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek infrastruktur. Karena itu, Komisi IV DPRD Pekanbaru akan terus mengawal proses pembangunan hingga jembatan benar-benar selesai dan dapat difungsikan secara normal.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami akan terus mengawal hingga jembatan ini benar-benar selesai dan dapat digunakan dengan aman," ujarnya.
Jembatan di Jalan Nelayan Ujung diketahui amblas pada Sabtu 13 Juni 2026. Peristiwa tersebut sempat mengganggu mobilitas warga karena akses tersebut menjadi jalur penghubung utama bagi masyarakat di kawasan Sri Meranti.
Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengerahkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi.
"Kemarin tim dari PUPR sudah turun ke lokasi," kata Agung, Minggu 14 Juni 2026.
Dari hasil pemeriksaan, tim PUPR berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III terkait langkah perbaikan. Di sekitar lokasi diketahui sedang berlangsung pekerjaan pemancangan tiang sungai oleh BWSS III yang diduga memengaruhi kaki atau konstruksi jembatan hingga menyebabkan badan jembatan amblas.
Selain itu, berdasarkan keterangan warga, sebuah mobil crane bertonase besar sempat melintasi jembatan sebelum konstruksi jembatan perlahan bergerak dan akhirnya amblas.
"Kita berkoordinasi dengan BWSS, segera kita perbaiki. Karena masyarakat banyak lewat di jalanan itu," pungkasnya.

